Kab Manokwari SelatanProvinsi Papua Barat

BPBD Papua Barat Kirim Mobil Tangki, Bantu Perkuat Penanganan Karhutla di Mansel

Di Distrik Oransbari tercatat dua titik api, sedangkan di Distrik Ransiki terdapat sekitar empat titik api yang masih dalam proses penanganan.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com — Pusat Pengendalian Operasi Logistik (Pusdalog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat mengirimkan satu unit mobil tangki air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Bantuan tersebut telah diterima BPBD Kabupaten Manokwari Selatan dan langsung dimanfaatkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi tim pemadam yang tengah melakukan penanganan di sejumlah titik kebakaran.

Kepala BPBD Manokwari Selatan, Ahmad Amir, mengatakan tambahan satu unit mobil tangki tersebut sangat membantu operasional pemadaman. Namun, ia mengakui kebutuhan sarana dan prasarana penanganan karhutla di Mansel masih jauh dari mencukupi.

“Kalau dilihat dari kebutuhan, memang masih sangat kurang alat pemadam kita. Saat ini hanya ada satu unit mobil pemadam kebakaran milik Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Manokwari Selatan,” ungkap Ahmad Amir kepada media, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, mobil tangki bantuan dari BPBD Provinsi Papua Barat tiba di Manokwari Selatan pada Minggu (23/8/2026) malam dan langsung dikerahkan untuk mendukung tim pemadam di lapangan.

“Mobil tangkinya sudah tiba sejak kemarin, Minggu malam. Langsung digunakan untuk membantu tim pemadam membawa air ke lokasi titik api di Oransbari, tepatnya di sekitar Kantor Samsat dan RSUD Elia Waran,” jelasnya.

Hingga Senin siang, sejumlah titik api masih terpantau di beberapa wilayah Manokwari Selatan. Di Distrik Oransbari tercatat dua titik api, sedangkan di Distrik Ransiki terdapat sekitar empat titik api yang masih dalam proses penanganan.

“Mobil tangki sekarang sedang digunakan untuk membawa air dan membantu tim damkar di lapangan,” tambah Amir.

Ia menjelaskan, keterbatasan armada pemadam kebakaran menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla yang meluas di sejumlah wilayah Mansel.

Tim pemadam dari Satuan Polisi Pamong Praja yang diperkuat personel TNI dan Polri harus bekerja ekstra untuk menangani titik-titik api yang tersebar di beberapa distrik dengan dukungan kendaraan yang sangat terbatas.

Satu-satunya unit mobil pemadam kebakaran yang tersedia harus dikerahkan secara bergantian ke berbagai lokasi. Kondisi tersebut membuat petugas di lapangan harus bekerja lebih keras untuk memastikan setiap titik api dapat ditangani.

Pantauan di lapangan pada Senin menunjukkan wilayah Ransiki dan Oransbari masih diselimuti kabut asap cukup tebal. Asap terlihat di sejumlah lokasi, menandakan proses pemadaman masih terus berlangsung.

Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat, mengurangi jarak pandang, serta berpotensi memengaruhi kualitas udara apabila berlangsung dalam waktu lama.

Ahmad Amir menyampaikan apresiasi kepada BPBD Provinsi Papua Barat atas dukungan mobil tangki yang telah diberikan. Namun, ia berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama dengan penambahan armada mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki air.

“Kami berharap ada tambahan mobil damkar dan mobil tangki dari BPBD Papua Barat sehingga kemampuan kita dalam menangani kebakaran di Mansel dapat semakin kuat,” pungkasnya. (jp/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta