HeadlineKab Manokwari

Pemkab Manokwari Ingatkan ASN dan Warga Waspada Karhutla di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Pemerintah menilai faktor manusia menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius dalam mencegah kebakaran

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kebakaran permukiman di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Wabup Mugiyono, dalam apel gabungan Pemkab Manokwari, Senin (24/8/2026), di halaman Kantor Bupati Manokwari. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, mengingat kondisi panas dan minimnya curah hujan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata dia, kondisi musim panas diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan dengan curah hujan yang belum menentu.

Pemkab Manokwari juga mengingatkan agar kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Manokwari Selatan dan Nabire, tidak sampai meluas ke wilayah Kabupaten Manokwari.

“Kita tidak ingin kejadian-kejadian terjadi di Manokwari Selatan dan Nabire, yaitu Karhutla, kebakaran hutan dan lahan, itu ke sini,” kata Wabup

Pemerintah menilai faktor manusia menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius dalam mencegah kebakaran. Aktivitas pembakaran sampah, pembersihan lahan, maupun penggunaan api untuk kebutuhan rumah tangga yang tidak diawasi dapat menjadi sumber api yang mudah menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup cukup kencang.

Karena itu, masyarakat yang terpaksa melakukan pembakaran diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Bagi warga yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak, pemerintah juga mengingatkan agar sisa bara dipastikan mati sepenuhnya. Bara kecil yang tertinggal berpotensi kembali menyala dan menyebar ketika tertiup angin.

Selain ancaman Karhutla, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi kebakaran permukiman. Masyarakat diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta menghindari penggunaan sambungan listrik yang tidak sesuai standar karena dapat memicu korsleting dan kebakaran.

Pemkab Manokwari turut mengingatkan keluarga agar memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan lanjut usia selama periode cuaca panas. Kondisi suhu yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi fisik masyarakat.

Pemerintah berharap kewaspadaan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas terkait, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.

Dengan meningkatkan kepedulian, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas di wilayah Manokwari.

Langkah pencegahan dinilai penting dilakukan sejak dini agar kondisi cuaca panas yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan tidak berkembang menjadi ancaman bencana yang merugikan masyarakat maupun lingkungan.(jp/alb). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta