KONI Papua Barat Harus Jadi “Rumah Besar” Pembinaan dan Prestasi Olahraga
Kepengurusan KONI ke depan harus diisi oleh figur-figur yang memiliki pemahaman, kapasitas, dan komitmen terhadap dinamika serta kebutuhan dunia olahraga, bukan sekadar mengejar status maupun jabatan dalam organisasi.
MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat harus menjadi “rumah besar” bagi seluruh insan olahraga sekaligus wadah untuk menyatukan visi dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga di daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kepengurusan KONI ke depan harus diisi oleh figur-figur yang memiliki pemahaman, kapasitas, dan komitmen terhadap dinamika serta kebutuhan dunia olahraga, bukan sekadar mengejar status maupun jabatan dalam organisasi.
Hal itu ditegaskan Calon Ketua Umum (Caketum) KONI Papua Barat, Mohamad Lakotani, dalam konferensi pers di Sekretariat Tim Pemenangan MOLA, Fanindi, Manokwari, Jumat (21/8/2026).
Lakotani mengatakan, pembenahan tata kelola organisasi menjadi salah satu agenda utama yang akan didorong apabila dirinya mendapat mandat memimpin KONI Papua Barat.
Menurut dia, KONI tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif, tetapi harus mampu memastikan seluruh kebijakan dan program benar-benar bermuara pada pembinaan serta peningkatan prestasi atlet.
Karena itu, Lakotani tidak menutup kemungkinan melakukan perombakan besar terhadap struktur kepengurusan apabila dinilai tidak lagi mampu menjawab kebutuhan pembinaan olahraga di Papua Barat.
“Kalau harus cuci gudang, kita akan cuci gudang. Kalau harus ada pembersihan, kita akan lakukan pembersihan. Tidak ada keragu-raguan itu,” tegasnya.
Ia menilai, langkah pembenahan tersebut penting agar KONI tidak berjalan di tempat atau justru berkembang menjadi organisasi yang hanya mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu.
Selain pembenahan organisasi, Lakotani juga menyoroti aspek transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran KONI. Menurutnya, setiap dukungan anggaran pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan memberikan dampak langsung terhadap pembinaan atlet.
“Satu sen uang yang digelontorkan kepada KONI harus terukur sampai kepada atlet dan kemudian harus bisa menghasilkan prestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan KONI tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan organisasi, tetapi dari sejauh mana dukungan yang diberikan mampu menghasilkan atlet berprestasi dan mengharumkan nama Papua Barat pada berbagai ajang olahraga.
Lakotani juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan sejumlah KONI kabupaten/kota serta cabang olahraga terhadap agenda pembenahan organisasi tersebut.
Ia berharap Musyawarah Provinsi (Musorprov) KONI Papua Barat dapat segera dilaksanakan sehingga proses konsolidasi dan penataan organisasi dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, kepastian kepengurusan menjadi penting agar program pembinaan atlet di tujuh kabupaten di Papua Barat dapat segera diperkuat secara profesional, terarah, dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana KONI menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga dan atlet. Kita ingin organisasi ini benar-benar hadir untuk prestasi olahraga Papua Barat,” pungkasnya. (jp/alb).






















