Hermus-Mugiyono Buktikan Janji Politik, Bangun Ruas Jalan Anggori-Petrus Kafiar
Membuka peluang pengembangan kawasan pariwisata pesisir dari Kwawi hingga Petrus Kafiar yang telah disiapkan dalam perencanaan dan masterplan Pemerintah Kabupaten Manokwari.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Manokwari kembali merealisasikan komitmen pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari janji kampanye kepada masyarakat. Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP., MH., bersama Wakil Bupati H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling., secara resmi memulai pekerjaan pembangunan ruas jalan baru yang menghubungkan kawasan Anggori menuju Petrus Kafiar, khususnya wilayah Kampung Persiapan Meyi Indah, Jumat (21/8/2026).

Launching pembangunan jalan tersebut dipusatkan di kawasan samping Asrama Mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang, Anggori, Kelurahan Amban. Kegiatan turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Manokwari, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Hermus Indou menegaskan, pembangunan ruas jalan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi memiliki dampak strategis bagi masyarakat dan perkembangan wilayah Manokwari.
Menurutnya, terdapat empat dimensi penting dalam pembangunan jalan tersebut, yakni dimensi politik, pelayanan publik, kemanusiaan, dan transformasi wilayah.
“Dari sisi dimensi politik, apa yang kita kerjakan hari ini adalah untuk merawat hubungan antara rakyat dengan pejabat publik yang dipilih oleh mereka. Masyarakat tidak makan kata-kata, tetapi masyarakat hidup dengan bukti yang kita berikan. Ini adalah pembuktian atas apa yang kami janjikan saat kampanye,” ujar Hermus.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan sektor penggerak utama atau leading sector yang dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor strategis lainnya.
Salah satunya adalah membuka peluang pengembangan kawasan pariwisata pesisir dari Kwawi hingga Petrus Kafiar yang telah disiapkan dalam perencanaan dan masterplan Pemerintah Kabupaten Manokwari.
“Jalan ini nantinya bukan hanya untuk menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono memaparkan sejumlah manfaat langsung yang akan dirasakan masyarakat setelah ruas jalan tersebut dibuka.
Menurutnya, pembangunan jalan baru akan memangkas jarak tempuh warga secara signifikan, sehingga akses menuju berbagai fasilitas publik menjadi lebih mudah.
“Dengan adanya jalan baru ini, jaraknya terpangkas menjadi sekitar dua kilometer saja, sehingga akses terhadap pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan pelayanan pemerintah menjadi jauh lebih mudah dan efisien,” jelas Mugiyono.
Ia mengatakan, pekerjaan pembangunan ruas jalan Anggori menuju kawasan Sowi Gunung/Petik Bintang tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan atau sebelum Desember 2026.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pembukaan badan jalan dan pemadatan tanah. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan struktur dasar jalan memiliki daya dukung yang baik sebelum dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan pada tahun anggaran berikutnya.
Mugiyono juga mengingatkan kontraktor dan tim pengawas agar melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
“Kami berpesan agar pembangunan tidak dikerjakan sembarangan. Kami juga mengajak masyarakat di sekitar lokasi untuk mendukung penuh proses pembangunan ini, menjaga keamanan bersama, serta merawat fasilitas yang dibangun demi kepentingan jangka panjang kita bersama,” tegasnya.
Pembangunan ruas jalan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi akses baru yang mendorong pertumbuhan kawasan, membuka peluang ekonomi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Manokwari.
Launching pekerjaan ditandai dengan doa bersama dan peninjauan langsung titik awal pembangunan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manokwari bersama jajaran Forkopimda serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.(jp/alb).






















