Pembangunan Ruas Jalan Anggori–Petrus Kafiar Buka Akses Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses fisik, tetapi juga menghubungkan wilayah yang selama ini aksesibilitasnya masih terbatas.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPR) resmi memulai pembangunan ruas Jalan Anggori–Petrus Kafiar sepanjang 1,68 kilometer.
Pembangunan jalan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan dan diharapkan menjadi salah satu akses strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka konektivitas masyarakat di wilayah Petrus Kafiar dan sekitarnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manokwari, Albertus, ST., MT., saat launching pelaksanaan pekerjaan, Jumat (21/8/2026), mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Manokwari Hermus Indou dan Wakil Bupati Mugiyono dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan.
“Pembangunan jalan ini bukan sekadar membuka akses fisik, tetapi juga menghubungkan wilayah yang selama ini aksesibilitasnya masih terbatas. Kita ingin memastikan transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari Kampung Petrus Kafiar menuju pusat pasar,” ujar Albertus.
Menurutnya, kehadiran ruas jalan baru tersebut akan memberikan efisiensi yang cukup signifikan bagi masyarakat. Selama ini, warga yang hendak menuju pusat kota harus menempuh perjalanan melalui jalur Wosi maupun Aipiri dengan jarak yang jauh lebih panjang.
“Kalau memutar melalui Wosi, jaraknya sekitar 6 kilometer, sementara melalui Aipiri bisa mencapai 10 kilometer. Dengan jalan baru ini, dari arah bawah bisa langsung tembus ke sini dengan jarak hanya 1,68 kilometer,” jelasnya.
Albertus menilai pembangunan akses tersebut tidak hanya akan memangkas waktu dan biaya perjalanan, tetapi juga berpotensi menjadi pemicu tumbuhnya kawasan permukiman serta membuka peluang pengembangan wilayah baru.
“Wilayah ini masih banyak berupa kawasan hutan. Ke depan, dengan adanya akses jalan, kami optimistis akan muncul pertumbuhan permukiman dan pengembangan kawasan baru,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan pembukaan lahan tetap memperhatikan keberadaan tanaman yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. PUPR, kata dia, akan melakukan seleksi terhadap pohon-pohon produktif yang memungkinkan untuk dipertahankan secara teknis.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, dalam proses pembukaan lahan kami tetap berupaya menyeleksi pohon-pohon yang memiliki nilai ekonomis seperti durian dan buah-buahan lainnya untuk tetap dipertahankan sepanjang memungkinkan secara teknis,” ungkapnya.
Dari sisi teknis, pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pembukaan badan jalan dengan lebar 9 hingga 12 meter, kemudian dilakukan penghamparan material pada badan jalan selebar 7 meter.
Pembangunan juga dilengkapi dengan saluran drainase sebagai bagian penting untuk menjaga ketahanan dan umur layanan jalan, terutama dalam menghadapi kondisi curah hujan di wilayah Manokwari.
“Kita bangun agar fungsional terlebih dahulu. Ketika ada anggaran lanjutan, kita akan langsung melakukan pengaspalan dengan lebar 5 meter,” jelas Albertus.
Ia berharap dukungan masyarakat dapat diberikan selama proses pembangunan berlangsung sehingga pekerjaan dapat berjalan aman, lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan ini berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai target,” pungkasnya.
Pembangunan ruas Jalan Anggori–Petrus Kafiar tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Konstruksi Nomor 003.3/17/Kontrak-Konstruksi/Pembangunan Jalan Anggori Petrus Kafiar/13 Agustus 2026. Pekerjaan proyek ini dilaksanakan oleh CV Karya Lokpon.(jp/alb)






















