Papua Barat

Enam Hari Turun ke Jalan, Flobamora Papua Barat Himpun Donasi Rp162,6 Juta untuk Korban Gempa NTT

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gelombang solidaritas dan kepedulian masyarakat Papua Barat terhadap korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Selama enam hari melakukan aksi penggalangan dana di berbagai titik di Manokwari, Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Provinsi Papua Barat berhasil menghimpun donasi sebesar Rp162,6 juta.

Capaian tersebut menjadi bukti kuat tingginya rasa persaudaraan dan kepedulian masyarakat lintas suku, agama, dan latar belakang di Papua Barat untuk membantu warga NTT yang terdampak bencana.

Ketua Umum PRBF Provinsi Papua Barat, Clinton Tallo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi meringankan beban para korban gempa.

“Hari ini merupakan hari terakhir aksi turun ke jalan yang telah kami lakukan selama enam hari. Dana yang terkumpul murni dari hasil penggalangan dana Flobamora di jalan mencapai Rp162,6 juta. Atas nama keluarga besar korban gempa bumi di NTT, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat,” ujar Clinton Tallo dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Clinton, keberhasilan aksi kemanusiaan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan semangat gotong royong berbagai elemen masyarakat Flobamora, mulai dari komunitas Manggarai, persekutuan paroki, organisasi kepemudaan, hingga ibu-ibu PKK Flobamora yang sejak hari pertama terlibat aktif dalam kegiatan penggalangan dana.

Meski aksi pengumpulan donasi di jalan telah berakhir, PRBF Papua Barat memastikan Posko Bencana Flobamora tetap dibuka selama 90 hari ke depan. Posko tersebut masih menerima bantuan dari pemerintah, tokoh politik, lembaga, dunia usaha, maupun masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban bencana.

Selain bantuan dana tunai, PRBF juga membuka penerimaan bantuan logistik berupa pakaian layak pakai, obat-obatan, serta bahan makanan dan minuman untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.

Dalam mendukung proses distribusi bantuan, PRBF Papua Barat telah berkoordinasi dengan PT PELNI (Persero). Hasil koordinasi tersebut memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT melalui kapal Pelni tidak dikenakan biaya angkut.

“Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari Pelni pusat. Bantuan berupa pakaian layak pakai, obat-obatan, maupun bahan makanan yang dikirim menggunakan kapal Pelni ke NTT tidak dipungut biaya pengiriman. Kemungkinan hanya ada biaya administrasi di pelabuhan,” jelas Clinton.

Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para tokoh masyarakat di Papua Barat turut menjadi faktor penting yang membuat aksi kemanusiaan tersebut dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Dukungan pemerintah, Polri, serta tokoh-tokoh masyarakat membuat kegiatan kami selama enam hari ini berjalan sangat baik dan menghasilkan donasi yang cukup besar untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” pungkasnya.

Aksi solidaritas yang digagas PRBF Papua Barat ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama anak bangsa yang tertimpa bencana, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat persaudaraan, gotong royong, dan nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat Papua Barat.(jp/alb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta