DPR PBKab ManokwariPapua BaratPemprov PBProvinsi Papua Barat

HUT ke-81 RI di Papua Barat, Lakotani: Tantangan Tak Boleh Surutkan Langkah Papua Barat untuk Terus Maju

Sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah dimulai sejak 2025, termasuk program Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat dan Papua Barat Produktif, akan tetap dilanjutkan.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Barat, Senin (17/8/2026), berlangsung aman, lancar dan khidmat.

Upacara yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, tersebut dipimpin langsung Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, selaku Inspektur Upacara.

Upacara turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Sekda Papua Barat Drs. Ali Bahan Temongmere, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Waprak, tiga pimpinan DPR Papua Barat beserta anggota, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, jajaran Kejaksaan Tinggi Papua Barat, pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Papua Barat, para veteran, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta masyarakat.

Dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih, pembawa baki dipercayakan kepada Enjelina Mandacan dari SMA Negeri Oransbari.

Sementara Joshua Jeremia Sakamak dari SMA Taruna Kasuari Manokwari bertugas sebagai penggerek bendera. Andrias Sokrates Marani dari SMA Negeri 2 Manokwari bertugas sebagai pembentang bendera, sedangkan pengibar bendera dipercayakan kepada Noah W.C. Wihjawari dari SMA Taruna Kasuari Manokwari.

Adapun Komandan Peleton (Danton) Paskibra Provinsi Papua Barat dipercayakan kepada Muhammad B.R. Ateta dari Madrasah Aliyah Negeri Fakfak.

Usai upacara, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi momentum untuk kembali memperkuat semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Menurutnya, semangat tersebut harus terus diwujudkan melalui pembangunan di berbagai sektor agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di Papua Barat.

“Setiap tahun kita memperingati hari Proklamasi untuk terus memperkuat semangat kebangsaan kita, semangat persatuan dan kesatuan kita untuk mengisi kemerdekaan. Kita mensyukuri dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di berbagai sektor,” kata Lakotani.

Ia menegaskan, memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga semangat tersebut dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki daerah untuk sebesar-besarnya kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Lakotani mengakui, pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pembangunan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan langkah Papua Barat dalam bergerak maju.

“Berbagai tantangan yang kita hadapi tidak menyurutkan langkah kita untuk terus melangkah maju dengan berbagai potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lakotani memastikan sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah dimulai sejak 2025, termasuk program Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat dan Papua Barat Produktif, akan tetap dilanjutkan.

Namun, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap program-program yang dalam pelaksanaannya masih memiliki kekurangan.

“Ada persoalan dan berbagai hal yang masih kurang akan dievaluasi dan kita perbaiki supaya ke depan semakin lebih baik dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Lakotani, seluruh program dan kebijakan pemerintah pada dasarnya bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat.

Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan terhadap berbagai sektor yang masih membutuhkan perhatian.

“Sesungguhnya seluruh yang kita laksanakan adalah untuk melayani rakyat kita, rakyat yang ada di Provinsi Papua Barat. Sehingga jika masih ada hal-hal yang perlu kita benahi, akan kita benahi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan di Papua Barat akan dilakukan secara simultan dan tidak hanya berfokus pada satu sektor tertentu.

Menurutnya, setiap sektor memiliki kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun tingkat perkembangannya tidak selalu sama.

“Intinya pembangunan semua aspek kita lakukan secara simultan, secara bersama-sama. Ada sektor yang dampaknya kemudian terasa dengan kenaikan yang signifikan, ada yang naik tetapi tidak signifikan. Namun pada prinsipnya semua aspek ingin kita bangun secara bersama-sama,” jelas Lakotani.

Ia menegaskan tidak boleh ada sektor yang sengaja ditinggalkan dalam proses pembangunan karena seluruh aspek memiliki keterkaitan dan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Tidak ada yang didahului dan tidak ada yang kemudian ditinggalkan, karena semua memiliki dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kita,” pungkasnya.(jp/ask). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta