
BIAK, JAGATPAPUA.com – Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, meninjau langsung lokasi ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di kawasan Yenures, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para korban dan warga terdampak insiden yang mengguncang lingkungan permukiman tersebut.
Didampingi Kapolres Biak Numfor, Bupati Markus menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah itu.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan,” ujar Markus Mansnembra di lokasi kejadian.
Bupati menegaskan bahwa penanganan korban dan pemulihan kondisi masyarakat pascaledakan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Untuk itu, Pemkab Biak Numfor segera mengambil sejumlah langkah tanggap darurat guna memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
Tim medis telah diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan intensif kepada para korban yang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok serta mendirikan tenda-tenda darurat bagi warga yang terdampak langsung.
Menurut Markus, pemerintah sebenarnya telah menawarkan lokasi penampungan yang lebih aman dan layak bagi para korban. Namun, sebagian warga memilih tetap berada di sekitar lokasi kejadian guna menjaga harta benda mereka.
“Karena masyarakat memilih tetap berada di sekitar lokasi, pemerintah memutuskan untuk memfasilitasi kebutuhan mereka dengan mendirikan tenda darurat dan menyediakan berbagai kebutuhan dasar di tempat ini,” jelasnya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIT tersebut diduga kuat dipicu oleh ledakan amunisi atau bom peninggalan Perang Dunia II yang masih terkubur di wilayah tersebut.
Diketahui, Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang sebagai medan pertempuran pada masa perang, sehingga temuan benda-benda berbahaya peninggalan perang masih kerap terjadi.
Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi perang. Ia meminta warga segera melaporkan kepada aparat keamanan dan tidak mencoba memindahkan atau membongkar benda tersebut secara mandiri.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menyerahkan proses evakuasi, penyisiran, dan pengamanan lokasi kepada pihak yang berwenang demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Hingga Minggu malam, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, aparat kepolisian, TNI, serta instansi terkait terus dilakukan guna memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus menjamin keamanan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mendampingi para korban dan keluarga terdampak hingga seluruh proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana dapat diselesaikan dengan baik.(jp/red).




















