DPRP Papua Barat Desak Evaluasi Total SMA Taruna Kasuari Usai Kasus Pengeroyokan
MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Ketua DPR Provinsi Papua Barat, Orgenes Wonggor, menyoroti serius dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi di SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat.
Ia menilai peristiwa tersebut sebagai insiden besar yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
Menurutnya, jumlah korban dalam peristiwa tersebut diduga mencapai sekitar 14 siswa, sehingga menjadi kasus paling besar yang pernah terjadi di lingkungan sekolah tersebut.
“Ini kasus yang paling besar, dengan korban sekitar 14 orang. Ini sangat kita sayangkan,” kata Orgenes Wonggor kepada media ini, Kamis (23/4/2026).
Orgenes mengakui bahwa perkelahian antar pelajar kerap terjadi, baik di dalam maupun antar sekolah. Namun, kejadian kali ini dinilai memiliki tingkat keseriusan yang lebih tinggi dan membutuhkan penanganan khusus serta komprehensif.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, terutama terkait pola pembinaan serta relasi antara siswa senior dan junior.
“Dinas Pendidikan harus segera turun tangan untuk melihat dan mengevaluasi sistem yang ada. Jangan sampai sistem tersebut justru membuka ruang terjadinya kekerasan,” tegasnya.
Ia menekankan, lembaga pendidikan terlebih yang mengusung konsep taruna tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, serta nilai saling menghormati antar siswa.
“Pendidikan harus mampu membentuk karakter yang baik. Senior seharusnya menjadi teladan, sementara junior menghargai. Bukan sebaliknya justru terjadi kekerasan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tujuan utama orang tua menyekolahkan anak adalah untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan yang baik, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik, bukan justru menjadi korban kekerasan.
“Orang tua tentu tidak menginginkan anaknya menjadi korban. Mereka berharap anak-anak dididik dengan baik untuk masa depan,” ujarnya.
DPR Papua Barat, lanjutnya, akan turut mengawal penanganan kasus tersebut serta mendorong dinas terkait agar bertindak cepat, tepat, dan serius dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap sistem pendidikan di SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat menjadi langkah penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini,” tutupnya.(jp/jn).













