Kab ManokwariPapua BaratPemprov PBProvinsi Papua Barat

Pangdam Resmikan Jembatan Inggramui, 98 Jembatan di Papua Barat dan PBD Telah Tuntas

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru meresmikan jembatan Garuda Merah Putih di Kampung Inggramui, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Senin (24/8/2026).

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru meresmikan jembatan di Kampung Inggramui.

Peresmian jembatan tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati Manokwari Mugiyono dan menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah membuka akses transportasi bagi masyarakat di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya yang masih menghadapi keterisolasian.

Jembatan yang memiliki panjang 12 meter dan lebar 4 meter itu dibangun dalam waktu sekitar tiga minggu melalui sinergi prajurit TNI, pemerintah kampung dan masyarakat setempat.

Kehadiran infrastruktur tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 117 kepala keluarga (KK) di Kampung Inggramui. Akses masyarakat yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih mudah, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mendukung pergerakan ekonomi, maupun mempercepat akses menuju fasilitas kesehatan dan jalan utama di Kabupaten Manokwari.

Pangdam XVIII/Kasuari mengatakan pembangunan jembatan di Kampung Inggramui juga diharapkan dapat mendukung operasional Koperasi Desa/Kampung Merah Putih (KDKMP) yang telah dibangun di wilayah tersebut.

“Di Kampung Inggramui juga sudah ada satu koperasi yang dibangun atau KDKMP. Tentunya dengan jembatan ini diharapkan dapat membantu operasional KDKMP itu nantinya apabila sudah diresmikan dan dilengkapi dengan fasilitas yang ditentukan oleh pemerintah,” kata Christian.

Christian menjelaskan, pembangunan jembatan yang dilakukan Kodam XVIII/Kasuari merupakan bagian dari upaya mempercepat pembukaan akses wilayah yang selama ini masih terkendala kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur transportasi.

Dari target pembangunan sebanyak 145 jembatan, sebanyak 98 unit telah berhasil diselesaikan. Pembangunan tersebut tersebar di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Dari 145 jembatan yang akan dibangun, Kodam XVIII/Kasuari telah membangun 98 jembatan,” ujar Christian.

Ia merinci, dari 98 jembatan yang telah dibangun tersebut, sebanyak 57 unit berada di Provinsi Papua Barat, termasuk dua jembatan yang masih dalam proses pengerjaan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Sementara 43 unit lainnya berada di wilayah Papua Barat Daya.

Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi menjadi bagian penting dalam membuka konektivitas masyarakat dengan pusat pelayanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan serta pusat-pusat perekonomian.

Pangdam menegaskan, Kodam XVIII/Kasuari masih membuka ruang komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kampung maupun wilayah yang membutuhkan pembangunan jembatan.

Pemerintah kabupaten di Papua Barat maupun Papua Barat Daya dapat menyampaikan informasi mengenai dusun, kampung atau desa yang masih mengalami keterisolasian dan kesulitan akses transportasi darat akibat belum tersedianya jembatan.

“Apabila masih ada tempat-tempat atau desa-desa yang terisolir dan bermasalah dengan transportasi darat, dalam hal ini jembatan, silakan dikomunikasikan dengan pihak Kodam, sehingga bisa kita ajukan dalam pengajuan berikutnya,” tegasnya.

Christian juga menyampaikan apresiasi kepada para prajurit TNI, pemerintah kampung, masyarakat Kampung Inggramui serta Pemerintah Kabupaten Manokwari yang telah bergotong royong sehingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus dipertahankan dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun.

Menurutnya, pemeliharaan jembatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat agar infrastruktur tersebut dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat.

“Yang sudah dibangun ini tentunya harus sama-sama kita rawat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dengan hadirnya jembatan Inggramui, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses fasilitas pelayanan dasar sekaligus meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Pembangunan infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi pengungkit bagi distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pengembangan usaha masyarakat serta memperkuat konektivitas antarkampung di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta