Pemkab Manokwari Galang Donasi untuk Korban Gempa Flores, Terkumpul Rp14 Juta
Kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah administratif.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melalui aksi penggalangan dana spontan yang berhasil mengumpulkan Rp14.001.000 hanya dalam waktu singkat.
Aksi solidaritas tersebut digelar saat apel gabungan di halaman Kantor Bupati Manokwari, Senin (24/8/2026), dengan melibatkan para aparatur sipil negara (ASN).
Penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Manokwari terhadap masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah, khususnya di Pulau Flores, serta masih diikuti gempa susulan.
Wakil Bupati, Mugiyono dalam arahannya mengatakan, kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh wilayah administratif. Meski Flores bukan bagian dari wilayah Papua Barat maupun Kabupaten Manokwari, masyarakat yang terdampak tetap merupakan saudara sebangsa dan setanah air.
Menurutnya, aksi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Walaupun Flores bukan bagian dari wilayah kita, tetapi mereka adalah saudara kita sebagai sesama warga negara Indonesia. Karena itu, sudah sepatutnya kita menunjukkan kepedulian,” kata Mugiyono.
Penggalangan bantuan dilakukan secara sukarela tanpa menetapkan besaran nominal tertentu. Para ASN dan peserta apel diberikan kesempatan untuk memberikan bantuan sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing.
Pemkab Manokwari memilih penggalangan dalam bentuk dana karena dinilai lebih efektif dibandingkan mengirim bantuan berupa barang. Selain menghindari persoalan logistik, pengiriman barang dari Manokwari ke Flores juga membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.
“Bantuan ini tidak dipaksakan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan semangat kebersamaan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Pemkab Manokwari juga tengah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), guna memastikan mekanisme penyaluran bantuan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui pemerintah daerah setempat maupun lembaga keagamaan atau lembaga terpercaya yang berada di wilayah terdampak bencana.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa aksi kemanusiaan tidak sekadar berbicara mengenai materi, tetapi menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk saling menopang di tengah kesulitan.
Ia berharap kepedulian yang ditunjukkan jajaran Pemkab Manokwari dapat memberikan manfaat bagi para korban gempa di Flores dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas kemanusiaan yang lebih luas.(jp/alb).






















