Papua BaratPemprov PBProvinsi Papua BaratSosial Budaya

Pesan Menag untuk BKMT Papua Barat: Jaga Marwah dan Tetap Solid

Kementerian Agama untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan majelis taklim sebagai bagian penting dari pendidikan keagamaan di Indonesia.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com— Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., meminta seluruh pihak dalam lingkup organisasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat untuk solid serta tunduk dan patuh terhadap keputusan serta kebijakan Pengurus Pusat BKMT.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah dan nilai-nilai organisasi sebagaimana yang telah ditanamkan oleh pendiri BKMT, Tuty Alawiyah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama saat menerima Ketua Pengurus Wilayah BKMT Papua Barat, Novia Utami Manaray, bersama Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., Minggu (28/6/2026) di Manokwari.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan majelis taklim sebagai bagian penting dari pendidikan keagamaan di Indonesia.

Secara regulasi, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur tentang pendidikan keagamaan. Ketentuan ini kemudian dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang secara eksplisit menyebutkan bahwa majelis taklim merupakan lembaga pendidikan nonformal.

Dengan demikian, majelis taklim juga memiliki hak terhadap dukungan anggaran fungsi pendidikan yang alokasinya mencapai 20 persen dari anggaran negara.

“Salah satu bentuk dukungan lainnya adalah terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim,” ujar Nasaruddin Umar.

Menyikapi dinamika organisasi BKMT, Menteri Agama mengarahkan Novia Utami Manaray beserta jajaran untuk tetap mengikuti dan menjalankan amanah kebijakan organisasi yang telah ditetapkan oleh Pengurus Pusat BKMT.

Ia juga menyatakan kesediaannya menerima audiensi BKMT Papua Barat di Jakarta setelah pelaksanaan Muktamar BKMT yang direncanakan berlangsung pada September tahun ini.

Sebagai bentuk dukungan terhadap seluruh kegiatan majelis taklim dan BKMT Papua Barat di bawah kepemimpinan Novia Utami Manaray, Menteri Agama juga menyampaikan antusiasmenya untuk menghadiri peringatan Milad BKMT Papua Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 di Kabupaten Fakfak.

Sementara itu, Menteri Agama RI tiba di Bandara Rendani, Manokwari, pada Minggu (28/6/2026) dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat. Selain itu, ia juga dijadwalkan menutup perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) XIV Tingkat Nasional.

Kedatangan Menteri Agama disambut secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama selaku Ketua Lembaga Pengembangan PESPARAWI Nasional (LPPN), Jeane Marie Tulung, Ketua Umum Panitia Ali Baham Temongmere, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Barnabas Dowansiba, jajaran panitia PESPARAWI XIV, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Kunjungan Menteri Agama ke Papua Barat tidak hanya berfokus pada penutupan PESPARAWI XIV. Sejumlah agenda kerja, termasuk pertemuan dengan pemerintah daerah, jajaran Kementerian Agama, serta elemen masyarakat, telah disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan keagamaan, membangun sinergi antarlembaga, dan mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.(jp/rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta