Kab Manokwari SelatanProvinsi Papua Barat

Pemkab Mansel Perluas Penanganan Stunting hingga Lima Distrik, Anak Terlantar Jadi Perhatian

Pemerintah juga perlu melihat kondisi sosial anak-anak di lapangan, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Pemkab Mansel) menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan penanganan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat hingga ke lima distrik di wilayah tersebut.

Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada pencegahan stunting, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan anak-anak Manokwari Selatan tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan yang layak, serta memperoleh perlindungan dan perhatian pemerintah, termasuk bagi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan dan terlantar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari Selatan, Adolof Kawey, mengatakan pemenuhan kebutuhan gizi menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Menurutnya, anak-anak harus mendapatkan asupan makanan dan minuman bergizi agar terhindar dari stunting, tumbuh sehat, serta mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik.

“Apabila mereka sehat, mereka bisa menikmati pendidikan dengan baik. Ke depannya, merekalah yang akan membangun Kabupaten Manokwari Selatan,” kata Adolof.

Namun, ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada persoalan stunting dan gizi semata. Pemerintah juga perlu melihat kondisi sosial anak-anak di lapangan, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun anak yang telah kehilangan orang tua.

“Namun kita juga harus melihat realita di lapangan. Masih ada anak-anak yang terlantar karena orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan mereka. Bahkan ada anak yang tidak lagi memiliki ayah maupun ibu. Bagaimana kita merangkul mereka agar tetap menjadi perhatian khusus pemerintah,” ujarnya.

Adolof menyampaikan apresiasi kepada tim kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan dan tim dari Pemerintah Provinsi Papua Barat yang terus mendorong pelaksanaan program kesehatan hingga menjangkau wilayah distrik.

Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting dan pemenuhan gizi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi keluarga dan anak-anak di setiap wilayah.

Adapun mekanisme pelaksanaan dirancang dengan pembagian tugas, di mana satu petugas melayani sekitar 600 jiwa yang tersebar pada delapan wilayah kerja pengawasan.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai sasaran, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan akan melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan.

“Kami serahkan kepada petugas-petugasnya. Semoga berjalan lancar sesuai petunjuk pelaksanaan dan akan dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, supaya mereka tidak merasa sendiri dalam menjalankan tugas mulia ini,” pungkasnya.

Ia berharap perluasan program tersebut dapat memperkuat intervensi terhadap stunting sekaligus memastikan kebutuhan dasar anak, khususnya kesehatan, gizi dan pendidikan, dapat terpenuhi secara berkelanjutan di seluruh wilayah Manokwari Selatan.(jp/fir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta