Papedanomics 2026, BI Papua Barat Tekankan Hilirisasi sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Salah satu terobosan dalam Papedanomics 2026 yakni pembukaan kategori khusus mahasiswa Papua dalam lomba karya ilmiah.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat mendorong percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah sebagai strategi memperkuat struktur ekonomi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam puncak Papuan Development Economic (Papedanomics) 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Manokwari, Kamis (27/8/2026) di Kantor BI, Arfai Manokwari.
Memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023, Papedanomics tahun ini mengangkat isu hilirisasi sebagai fokus utama untuk mendorong akselerasi ekonomi dan memperkuat pengendalian inflasi di Papua Barat.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat Setian, mengatakan, Papedanomics 2026 terus dikembangkan dengan memperluas kolaborasi antarlembaga. Tahun ini, sejumlah mitra strategis turut terlibat, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Universitas Papua (UNIPA), serta Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat.
“Tahun ini kita menambah anggota baru, yakni OJK. Terima kasih OJK mau bergabung dengan kami di kegiatan Papedanomics 2026. Ini adalah tahun keempat sejak 2023, dan kami senantiasa melakukan improvement agar kegiatan ini semakin naik kualitasnya dan memberikan manfaat optimal bagi kita bersama,” kata Setian
Menurutnya, penguatan kolaborasi menjadi penting karena tantangan pembangunan ekonomi Papua Barat tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat untuk mengidentifikasi potensi daerah dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.
Salah satu terobosan dalam Papedanomics 2026 yakni pembukaan kategori khusus mahasiswa Papua dalam lomba karya ilmiah. Kebijakan ini diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda lokal dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi komoditas khas Papua melalui pendekatan ilmiah.
Gagasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kompetisi akademik, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan relevan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi.
Proses seleksi karya ilmiah pada tahun ini juga diperketat. Peserta diwajibkan mengirimkan outline karya sebelum masuk ke tahapan berikutnya, disertai pembekalan mengenai penyusunan matriks dan metodologi penulisan. Proses tersebut melibatkan dewan juri profesional dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI).
Tercatat sebanyak 423 karya ilmiah dari berbagai peserta mengikuti Papedanomics 2026. Seluruh karya tersebut kemudian melalui proses kurasi dan seleksi hingga menghasilkan peserta yang berhak melaju ke tahap final.
Di sisi lain, BI Papua Barat menilai urgensi hilirisasi semakin besar jika melihat struktur perekonomian daerah yang masih terkonsentrasi pada sektor ekstraktif.
Berdasarkan data yang dipaparkan BI Papua Barat, sektor pertambangan dan industri pengolahan, khususnya yang berkaitan dengan komoditas gas, masih memberikan kontribusi sekitar 53 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat.
Kondisi tersebut dinilai membuat perekonomian daerah cukup rentan terhadap gejolak pada sektor-sektor tersebut. Ketika terjadi perlambatan atau gangguan pada sektor pertambangan dan industri pengolahan, dampaknya dapat langsung dirasakan terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jika kedua sektor ini bergejolak, pertumbuhan ekonomi kita akan sangat anjlok. Oleh karena itu, bagaimana upaya kita bersama mendorong hilirisasi supaya bisa menjadi salah satu alternatif pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh di Papua Barat,” imbuhnya.
Karena itu, hilirisasi dinilai bukan sekadar proses mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, tetapi menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi ekonomi Papua Barat. Dengan pengolahan komoditas di dalam daerah, nilai tambah diharapkan dapat dinikmati lebih besar oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal, sekaligus membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok daerah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BI Papua Barat berharap berbagai gagasan dan hasil kajian yang lahir dari Papedanomics dapat menjadi masukan konkret bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi.
Terutama, rekomendasi dari karya ilmiah terbaik para finalis diharapkan dapat dihimpun dalam prosiding dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk menjadi salah satu referensi dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.
BI Papua Barat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, instansi vertikal, akademisi, serta mitra strategis yang telah mendukung pelaksanaan Papedanomics 2026.
Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperluas pada penyelenggaraan Papedanomics tahun berikutnya, termasuk membuka peluang keterlibatan instansi vertikal lainnya seperti Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), sehingga forum ini semakin kuat sebagai ruang bersama untuk merumuskan solusi dan strategi pembangunan ekonomi Papua Barat yang lebih inklusif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.
Puncak Papedanomics 2026 kemudian ditutup melalui Seminar Nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor. Salah satunya Menteri terkait yang memberikan keynote speech secara virtual.(jp/alb).


















