Cegah Stunting, Pemkab Mansel Perkuat Program Orang Tua Asuh dan Pemenuhan Gizi Anak
Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat dan orang tua asuh dapat semakin diperkuat untuk mempercepat upaya pencegahan stunting.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan stunting melalui pemenuhan gizi anak serta penguatan peran masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Sosialisasi Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang digelar Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Manokwari Selatan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ransiki tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari Selatan, Adolof Kawey.
Dalam sambutannya, Adolof menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam memastikan anak memperoleh asupan makanan dan minuman yang bergizi sejak usia dini.
Menurutnya, anak yang tumbuh sehat dan memiliki kecukupan gizi akan lebih siap mengikuti proses pendidikan, sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Ke depannya mereka akan menjadi manusia yang membangun Kabupaten Manokwari Selatan. Namun masih banyak hal yang harus kita perhatikan. Bagaimana dengan anak-anak yang terlantar, yang orang tuanya tidak mampu membiayai mereka untuk melanjutkan pendidikan” ujar Adolof.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua maupun berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, keberadaan program orang tua asuh diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama dalam memastikan kebutuhan dasar dan masa depan anak tetap terjamin.
“Bagaimana caranya kita rangkul mereka, terutama anak-anak yang tidak lagi memiliki ayah maupun ibu, agar selalu menjadi perhatian khusus pemerintah” lanjutnya.
Adolof menyampaikan apresiasi kepada jajaran tenaga kesehatan Kabupaten Manokwari Selatan serta tim kesehatan dari Provinsi Papua Barat yang terus bekerja dalam mendukung program pencegahan stunting.
Ia menilai keberhasilan program kesehatan harus dipastikan tidak hanya dirasakan masyarakat di ibu kota kabupaten, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah hingga distrik-distrik lainnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan secara efektif di lapangan.
“Rupanya hasil yang kita capai itu juga didukung oleh masyarakat di ibu kota kabupaten yang turut hadir dalam kegiatan ini. Bagaimana pula arahan ini sampai tersampaikan kepada seluruh jajaran di masing-masing wilayah kerja” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan mengenai dukungan bantuan yang akan disalurkan untuk menunjang pelaksanaan program di lapangan. Bantuan tersebut diberikan kepada para petugas kesehatan yang memiliki peran langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.
Disebutkan, dengan cakupan pelayanan sekitar satu petugas untuk 600 warga pada delapan wilayah kerja, pelaksanaan program membutuhkan koordinasi, pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan.
Adolof meminta seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur serta memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Kepada para petugas, semoga pelaksanaannya berjalan lancar sesuai prosedur. Dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, agar mereka tidak merasa sendirian dalam menjalankan tugas ini,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat dan orang tua asuh dapat semakin diperkuat untuk mempercepat upaya pencegahan stunting.
Langkah tersebut dinilai penting agar setiap anak di Manokwari Selatan memperoleh kesempatan tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan yang layak dan kelak menjadi bagian dari generasi yang berperan dalam pembangunan daerah.(jp/fir).






















