Ali Baham Temongmere: Pesparawi Jadi Sarana Kesaksian Dan Partisipasi Umat Kristen di Indonesia
Mempererat tali persaudaraan, rasa kebersamaan, serta memperkokoh persatuan dalam keberagaman bangsa

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Ali Baham Temongmere, mengatakan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di Papua Barat tidak hanya menjadi ajang perlombaan musik gerejawi, tetapi juga sarana memperkuat kehidupan iman, persaudaraan, dan persatuan bangsa.
Hal itu disampaikan Ali Baham Temongmere yang juga menjabat Sekretaris Daerah Papua Barat saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, Pesparawi merupakan wadah untuk meningkatkan kesadaran beragama serta memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Pesparawi juga menjadi sarana kesaksian dan partisipasi umat Kristen dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang mental dan spiritual,” ujar Ali Baham.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum pertemuan umat Kristen dari seluruh Indonesia untuk mempererat tali persaudaraan, rasa kebersamaan, serta memperkokoh persatuan dalam keberagaman bangsa.
Ia menjelaskan tema Pesparawi Nasional XIV adalah “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu” yang diambil dari Mazmur 34:2a, dengan subtema “Puji-pujian Membawa Kedamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua.”
Menurutnya, tema dan subtema tersebut mengandung makna bahwa pujian kepada Tuhan tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga menjadi sarana membangun kedamaian, persaudaraan, persatuan, dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
Ali Baham mengungkapkan Pesparawi Nasional XIV diikuti oleh seluruh 38 provinsi di Indonesia. Dari rencana awal sebanyak 8.110 peserta, jumlah peserta yang hadir di Manokwari mencapai 5.434 orang akibat keterbatasan anggaran dan transportasi.
Pesparawi Nasional XIV berlangsung di Manokwari pada 18–28 Juni 2026 dengan mempertandingkan 12 kategori lomba.
Terkait pendanaan, Ali Baham menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV didukung oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
“Sumber pembiayaan berasal dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, Bank Papua, Bank Indonesia, para donatur, dermawan, serta berbagai sponsor yang memberikan dukungan dalam bentuk barang maupun bantuan lainnya,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV sehingga kegiatan berskala nasional tersebut dapat terlaksana di Tanah Papua.(jp/ask)
























