Dishut Papua Barat Tampilkan Produk Unggulan HHBK pada PENAS XVII Petani Nelayan di Gorontalo
Berbagai produk unggulan berbasis hasil hutan bukan kayu dipamerkan dalam ajang nasional tersebut sebagai bentuk promosi potensi daerah.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat mengirimkan 14 peserta untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang berlangsung di Provinsi Gorontalo pada 20–25 Juni 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) sekaligus memperkuat kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan di tingkat nasional.
Kepala Bidang Perhutanan dan Pemberdayaan Kelompok (PPK) Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Firaon Ullo, S.Hut., M.Sc., mengatakan peserta yang diberangkatkan terdiri atas petani, pendamping, dan peninjau yang berasal dari Kelompok Tani Hutan binaan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Papua Barat.
Menurutnya, berbagai produk unggulan berbasis hasil hutan bukan kayu dipamerkan dalam ajang nasional tersebut sebagai bentuk promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) I Pegunungan Arfak, peserta menampilkan kerajinan souvenir kupu-kupu serta kopi arabika khas Pegunungan Arfak. Sementara CDK II Manokwari Selatan membawa produk kulit masohi dan kopi arabika asal Manokwari Selatan.
Adapun Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) XVI Fakfak menampilkan beragam produk olahan bernilai ekonomi, antara lain briket arang, aneka sari buah pala, kerajinan tas tomang, tepung sagu, serta minyak atsiri yang diolah dari kulit masohi.
Firaon menjelaskan, keikutsertaan dalam PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga sarana bagi para petani hutan untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan hasil hutan yang berkelanjutan dan bernilai tambah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat yang telah memberikan dukungan sehingga para petani hutan dan pendamping dapat mengikuti kegiatan nasional tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga delegasi Papua Barat dapat berpartisipasi dalam PENAS XVII Petani Nelayan di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Firaon berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pada penyelenggaraan PENAS XVIII yang direncanakan berlangsung di Provinsi Lampung pada 2029, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat kembali dapat mengirimkan delegasi yang lebih banyak untuk mempromosikan potensi hasil hutan bukan kayu serta memperkuat kapasitas Kelompok Tani Hutan di tingkat nasional.(jp/ask).



















