Kab Manokwari SelatanProvinsi Papua BaratReligi

Buka Temunas II GPKAI 2026, Luksen Jems Mayor Soroti Peran Gereja di Tengah Masyarakat

Melalui momentum ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan membangun kerja sama yang baik antara Kementerian Agama dengan GPKAI.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com — Direktur Urusan Agama Kristen, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, resmi membuka Temu Nasional (Temunas) II Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Tahun 2026 di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (25/9/2026).

Prosesi penjemputan memasuki gedung acara pembukaan Temunas II GPKAI se-Indonesia Tahun 2026, di Manokwari Selatan.

Pembukaan Temunas II GPKAI tersebut turut dihadiri Lasarus Indou yang mewakili Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, para Majelis Daerah GPKAI dari seluruh Indonesia, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manokwari Selatan.

Dalam sambutannya, Luksen Jems Mayor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GPKAI yang telah memberikan kesempatan kepada Kementerian Agama untuk hadir dan membangun kebersamaan dalam pelaksanaan Temunas II tersebut.

Ia berharap pertemuan nasional ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghasilkan penguatan kerja sama antara Kementerian Agama dan GPKAI dalam meningkatkan pelayanan kepada umat.

“Saya berharap melalui pertemuan ini, kita dapat memperkuat kebersamaan dan membangun kerja sama yang baik antara Kementerian Agama dengan GPKAI. Berbagai program strategis GPKAI hendaknya dapat dilaksanakan bersama dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari upaya membangun iman dan kehidupan umat Kristiani,” ujar Luksen.

Pada kesempatan itu, Luksen juga menyoroti kiprah dan keberhasilan GPKAI dalam berbagai kegiatan pelayanan. Ia menyebut keterlibatan GPKAI dalam kegiatan Pesparawi di Kabupaten Manokwari sebagai salah satu momentum yang menunjukkan kebersamaan, persatuan, dan semangat umat Kristiani dalam memuliakan nama Tuhan.

Menurutnya, keberadaan gereja memiliki peran penting di tengah kehidupan masyarakat. Gereja tidak hanya menjadi tempat pembinaan kehidupan iman, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

“Kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat bukanlah kebetulan. Gereja hadir untuk menjadi berkat, memperkuat persatuan dan soliditas umat, serta menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan bersama,” tegasnya.

Luksen mengatakan, sebagai umat Tuhan, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan yang diberikan Tuhan. Tanggung jawab tersebut, kata dia, tidak terbatas pada kehidupan iman, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan tempat masyarakat hidup.

Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi penerus gereja. Menurutnya, pembinaan iman dan karakter kaum muda harus menjadi perhatian bersama agar mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Gereja tidak boleh hanya hadir dalam kehidupan rohani semata, tetapi harus menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan nyata, penuh kasih, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani,” katanya.

Karena itu, ia berharap Temunas II GPKAI dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat diwujudkan dalam program dan pelayanan nyata di tengah masyarakat.

“Semoga GPKAI semakin kuat, semakin solid, dan semakin menjadi gereja yang menghadirkan kasih Kristus bagi seluruh masyarakat Indonesia. Semoga setiap pelayanan senantiasa menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan,” pungkasnya. (jp/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta