Polda Papua Barat Gelar Patroli Harkamtibmas, Wujud Kehadiran Polri Di Tengah Masyarakat

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Direktorat Samapta Polda Papua Barat melalui Subdit Gasum melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka Lomba Harkamtibmas yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 11 hingga 17 Mei 2026, di sejumlah wilayah Kabupaten Manokwari.
Kegiatan patroli ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan patroli guna menurunkan angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengukur efektivitas patroli di wilayah hukum Polda Papua Barat.
Patroli dilakukan di sejumlah titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat, seperti kawasan perkantoran, tempat ibadah, pelabuhan, bandara, pasar, hingga jalan protokol di wilayah Manokwari.
Dalam pelaksanaannya, patroli melibatkan 18 personel patroli roda dua dan roda empat yang didukung kendaraan dinas serta perlengkapan pengamanan lainnya.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi patroli dialogis dengan masyarakat, monitoring situasi kamtibmas, pemeriksaan terhadap orang dan barang mencurigakan, pengaturan arus lalu lintas, serta penyampaian imbauan kamtibmas kepada masyarakat.
Hasil patroli menunjukkan situasi kamtibmas di wilayah Manokwari secara umum dalam keadaan aman dan kondusif. Selama pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan kejadian menonjol dan masyarakat merasa lebih aman dengan kehadiran personel Polri di lapangan.
Dir Samapta Polda Papua Barat Franky Samuel Lopulalan menyampaikan bahwa kegiatan patroli Harkamtibmas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kegiatan patroli Harkamtibmas ini merupakan komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Kami berharap melalui patroli rutin dan pendekatan humanis, masyarakat dapat merasa aman serta bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah Papua Barat,” ujar Kombes Pol. Franky Samuel Lopulalan, S.I.K.
Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah hambatan di lapangan, seperti kepadatan aktivitas masyarakat di pasar, kemacetan di kawasan perkantoran dan tempat ibadah, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, keterbatasan sarana pendukung patroli juga menjadi perhatian dalam evaluasi kegiatan.
Melalui analisa dan evaluasi, pelaksanaan patroli dinilai berjalan sesuai standar operasional prosedur dan cukup efektif dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ke depan, patroli akan terus ditingkatkan pada jam-jam rawan dan lokasi yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. (jp/jn)














