Demo Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan Polisi Bubarkan Massa

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Aksi unjuk rasa penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme di Tanah Papua yang digelar ratusan mahasiswa di Kabupaten Manokwari, Kamis (7/5/2026), berujung ricuh. Massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat keamanan hingga situasi memanas di sejumlah titik pusat kota.
Kericuhan terjadi saat massa demonstran berupaya bergerak menuju Kantor DPR Papua Barat dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB). Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan mencoba menghalau pergerakan massa sehingga memicu ketegangan di lapangan.
Dalam situasi tersebut, aparat kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan konsentrasi massa yang terus bertahan di ruas jalan utama kawasan Wosi, Manokwari.
Pantauan di lapangan, sejumlah demonstran terlihat melempar batu, kayu, dan berbagai benda lainnya ke arah aparat keamanan. Aksi saling lempar pun tidak dapat dihindari sehingga membuat suasana di lokasi mencekam dan arus lalu lintas lumpuh total.
Massa aksi yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa itu sebelumnya melakukan demonstrasi secara serentak di beberapa titik di Manokwari sebelum akhirnya terpusat di kawasan Wosi.
Meski aparat telah menembakkan gas air mata, massa demonstran tidak langsung membubarkan diri. Mereka tetap bertahan di lokasi sambil melakukan orasi secara bergantian dan meneriakkan penolakan terhadap PSN serta militerisme di Papua.
Akibat aksi tersebut, aktivitas masyarakat di pusat Kota Manokwari sempat terganggu lantaran kendaraan tidak dapat melintas di jalur utama Wosi. Hingga berita ini diterbitkan, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi aksi untuk mengantisipasi situasi susulan. (jp/jn)










