Kab Manokwari

Pemkab Manokwari Sambut 83 Jemaah Haji, Kuota 2027 Diproyeksi Tembus 110 Orang

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menyambut kepulangan 83 jemaah haji asal Kabupaten Manokwari yang telah menunaikan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pemda Manokwaei menyambut Kepulangan Puluhan Jemaah Haji 2026.

Penyambutan berlangsung di Aula Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Selasa (18/8/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, bersama jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Mugiyono menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kembali di Manokwari. Perjalanan menunaikan ibadah haji bukanlah perjalanan biasa, di dalamnya terdapat perjuangan, pengorbanan, kesabaran, ketulusan, serta kekuatan iman,” ucap Mugiyono.

Ia juga menyoroti komposisi jemaah haji asal Manokwari tahun ini yang didominasi perempuan. Dari total 83 jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 53 orang merupakan perempuan dan 30 orang laki-laki.

Menurut Mugiyono, tingginya jumlah jemaah perempuan menunjukkan semangat dan ketulusan para ibu dalam memenuhi panggilan untuk beribadah ke Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, Mugiyono juga menyampaikan kabar mengenai peluang peningkatan jumlah jemaah haji asal Manokwari pada tahun 2027.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi awal mengenai daftar calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun depan, jumlahnya diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2026.

“Calon jemaah haji tahun 2027 nama-namanya sudah keluar. Alhamdulillah informasinya lebih banyak dari Bapak Ibu sekalian. Kalau kemarin 83 jemaah, tahun depan insyaallah ada lebih dari 110 orang,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut antusias dan tepuk tangan para jemaah serta tamu undangan yang hadir.

Mugiyono kemudian menitipkan pesan Bupati Manokwari kepada seluruh jemaah agar pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci dapat memberikan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap predikat haji dan hajah tidak sekadar menjadi gelar, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kualitas iman, akhlak, kepedulian sosial, serta keteladanan di tengah keluarga dan masyarakat.

“Predikat sebagai hajah dan haji yang mabrur hendaknya tidak hanya menjadi gelar, tetapi menjadi cerminan peningkatan kualitas iman, akhlak, kepedulian sosial, serta keteladanan,” pesannya.

Menurutnya, Pemkab Manokwari akan terus berkomitmen mendorong pembangunan manusia yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan pembangunan fisik, tetapi juga berlandaskan moral dan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, dalam laporannya menjelaskan bahwa berdasarkan sistem pendaftaran, alokasi awal jemaah calon haji asal Kabupaten Manokwari berjumlah 88 orang.

Namun, lima calon jemaah mengalami mutasi keberangkatan antarprovinsi. Dua jemaah pasangan suami istri pindah ke Maluku Utara, dua jemaah pasangan suami istri pindah ke Jawa Tengah, sedangkan satu jemaah pindah ke Jawa Barat.

“Dengan demikian, total jemaah haji Kabupaten Manokwari yang diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 83 orang,” sebut Abdul Safar.

Ia menambahkan, seluruh biaya penyelenggaraan yang meliputi transportasi, akomodasi, keberangkatan hingga pemulangan jemaah ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manokwari.

Rangkaian kepulangan jemaah dimulai pada Sabtu (20/6), saat rombongan tiba di Debarkasi Hasanuddin Makassar dalam Kloter 25.

Selanjutnya, rombongan bertolak dari Makassar dan tiba di Manokwari pada Jumat (26/6). Setelah menjalani seluruh rangkaian pemulangan, para jemaah kemudian diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta