Kab ManokwariPemerintahan

Komitmen Tegas Pemkab Manokwari: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Akibat Biaya

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mengambil langkah progresif demi melindungi masa depan generasi muda di daerahnya. Melalui alokasi anggaran fantastis senilai lebih dari Rp46 miliar, Pemkab Manokwari memastikan tidak ada satu pun anak di wilayah tersebut yang terpaksa kehilangan hak belajar akibat terkendala masalah biaya.

Kepastian ini ditegaskan langsung oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, saat meluncurkan program pendidikan gratis di halaman Kantor Dinas Pendidikan Manokwari, Sabtu (3/10/2026). Ia didampingi oleh Wakil Bupati Manokwari, perwakilan Ombudsman RI Papua Barat, Sekda, unsur Forkopimda, serta Kepala Dinas Pendidikan Manokwari.

Bupati Hermus menyatakan, kebijakan ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masa depan anak-anak sekaligus peletakan fondasi sumber daya manusia (SDM) yang kuat bagi Kabupaten Manokwari.

“Kita ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari dan semua stakeholder bahwa tidak ada anak Manokwari yang kehilangan masa depannya karena orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya,” tegas Hermus.

Menurutnya, pendidikan adalah hak fundamental sekaligus investasi jangka panjang bagi keluarga dan kemajuan daerah. Pemerintah berkewajiban hadir untuk memberikan kesempatan yang adil agar setiap anak dapat menempuh pendidikan tepat waktu dan melanjutkan hingga jenjang perguruan tinggi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Pardjiyanti, memaparkan bahwa program prioritas kepala daerah ini dipayungi oleh Perda Nomor 8 Tahun 2025 dan Perbup Nomor 87 Tahun 2025. Penyalurannya dirancang komprehensif agar tepat sasaran, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Cakupan bantuan tersebut meliputi Program Manokwari Pintar (seragam dan beasiswa SD hingga SMA/SMK), Program Simpel (pembukaan rekening tabungan dini bagi PAUD/TK), BOSDAMA untuk operasional sekolah, serta Program Bakaro yang dikhususkan bagi mahasiswa S1, S2, S3, hingga kedokteran.

Pemkab Manokwari juga menunjukkan perhatian serius terhadap kualitas pengajaran dengan membiayai 353 tenaga honorer daerah serta menyediakan Uang Lauk Pauk (ULP) bagi guru ASN dan PPPK.

Hadirnya program masif ini diharapkan mampu menghapus ketimpangan akses pendidikan antara perkotaan dan perdesaan, serta membuka jalan lebar bagi anak-anak Manokwari untuk menggapai cita-cita mereka tanpa cemas soal biaya.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta