Kunjungi SPPG , Filep Wamafma Soroti Krisis LPG dan Pasokan Pangan Dapur MBG di Papua Barat

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Kelangkaan gas LPG non subsidi yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, mulai berdampak terhadap operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi tersebut mendorong Ketua Komite III DPD RI, Senator Filep Wamafma, turun langsung melakukan advokasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Barat, Senin (25/5/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Koordinator Regional SPPG Papua Barat, Erika Vionita Werinussa bersama jajaran pengurus.
Filep Wamafma mengatakan, kunjungan merupakan langkah advokasi sebagai respons atas laporan mengenai kesulitan pasokan gas LPG non subsidi yang dialami dapur-dapur MBG di Manokwari. Selain LPG, dapur MBG juga mengalami kendala dalam memperoleh bahan pangan, khususnya buah-buahan.
Menurutnya, persoalan tersebut sangat urgen karena menyangkut keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis yang menyasar para pelajar.
“Kami turun langsung untuk memastikan persoalan yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi konkret agar operasional dapur MBG tetap berjalan optimal,” ujar Filep.
Dalam kunjungan itu, Filep juga meninjau kondisi fasilitas dapur MBG. Ia menilai secara umum fasilitas yang tersedia telah memenuhi syarat dasar, namun masih perlu dilakukan penyesuaian agar sesuai dengan standar nasional program MBG.
Ia menekankan pentingnya standar kebersihan dan keamanan dapur karena berkaitan langsung dengan kesehatan siswa sebagai penerima manfaat program.
“Dapur MBG harus benar-benar steril karena sangat berisiko terhadap kesehatan siswa yang mengonsumsi makanan. Minimal fasilitas dapur harus dimaksimalkan menggunakan bahan stainless steel. Itu menjadi standar baku secara nasional,” tegasnya.
Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Filep memastikan persoalan pasokan LPG menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani. Ia meminta Pertamina dan pihak terkait agar memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan LPG untuk dapur MBG.
Selain itu, ia juga menyoroti keterbatasan pasokan bahan pangan segar, terutama buah-buahan, yang menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi siswa.
Sebagai tindak lanjut, Komite III DPD RI mengundang pihak SPPG Papua Barat, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Papua Barat, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat untuk bersama-sama membahas langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan distribusi LPG dan kebutuhan pangan bagi dapur MBG di Papua Barat dapat berjalan lancar sehingga program Makan Bergizi Gratis tetap terlaksana secara maksimal bagi masyarakat.(jp/ask)










