Kontingen Sulsel Tampil Maksimal di Lomba Solo Remaja Pesparawi Nasional XIV

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel) menampilkan dua wakil terbaiknya pada kategori Solo Remaja Putra dan Solo Remaja Putri dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium TP PKK Provinsi Papua Barat, Arfai, Manokwari, Selasa (23/6/2026).

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulawesi Selatan, Pdt. Adrimasi, S.Th., menyampaikan apresiasi atas penampilan kedua peserta yang dinilai telah memberikan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.
Menurutnya, keikutsertaan pada Pesparawi Nasional merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang, mulai dari latihan intensif hingga dukungan tenaga, waktu, dan pembiayaan yang tidak sedikit.
“Kami bersyukur karena anak-anak sudah tampil maksimal. Persiapan menuju Pesparawi Nasional membutuhkan proses yang panjang, pengorbanan, dan komitmen yang besar dari seluruh kontingen,”ungkap Pdt Adrimasi.
Pdt. Adrimasi menjelaskan, kontingen Sulawesi Selatan mengikuti sembilan dari 12 kategori lomba yang dipertandingkan pada Pesparawi Nasional XIV dengan kekuatan sebanyak 198 orang.
Ia mengakui keterbatasan anggaran dan faktor jarak menjadi alasan Sulsel belum dapat mengikuti seluruh kategori yang diperlombakan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat kontingen untuk memberikan penampilan terbaik.
“Kehadiran kami di sini bukan semata-mata mengejar gelar juara. Tujuan utama kami adalah memuliakan dan memuji Tuhan melalui talenta yang dimiliki anak-anak kami,” katanya.
Salah satu peserta Solo Remaja asal Sulawesi Selatan, Octavianus Lumemba, mengaku bersyukur dapat tampil pada ajang nasional setelah menjalani latihan yang cukup intensif.
“Tuhan telah menyertai kami sepanjang proses latihan. Saya bersyukur bisa tampil dengan maksimal dan memberikan yang terbaik,” tutur Octavianus.
Keikutsertaan kontingen Sulawesi Selatan pada Pesparawi Nasional XIV diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan antarkontingen serta meningkatkan kualitas pelayanan musik gerejawi di Indonesia.(jp/alb).
























