Kab ManokwariPemerintahan

Festival Kopi Manokwari 2026 Resmi Dibuka: Momentum Kebangkitan UMKM dan Konsep Pembangunan Polisentris

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Bupati Kabupaten Manokwari, Hermus Indou, S.IP., MH., membuka secara resmi perhelatan Festival Kopi Manokwari Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Manokwari City Mall (MCM), Jumat (7/8/26).

Dalam sambutannya, Bupati Hermus Indou menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembangunan yang kini menempatkan masyarakat sebagai subjek dan pelaku utama, bukan sekadar penonton. Menurutnya, hal ini merupakan inti dari semangat reformasi, otonomi daerah, dan otonomi khusus.

“Dulu pembangunan hanya diselenggarakan oleh pemerintah, namun sekarang masyarakat harus menjadi subjek dan pelaku. Partisipasi aktif inilah yang akan menumbuhkan rasa memiliki untuk menjaga dan merawat setiap hasil pembangunan di tanah dan negeri sendiri,” ujar Bupati Hermus.

Bupati memaparkan strategi pengembangan komoditas kopi dan UMKM melalui tiga tahapan kunci, yakni penguatan sisi hulu dengan penanaman kopi secara masif, hilirisasi proses melalui teknologi untuk meningkatkan nilai tambah, hingga penguatan *branding* yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Bupati memperkenalkan konsep pembangunan polisentris yang akan diterapkan di Kabupaten Manokwari. Konsep ini membagi daerah ke dalam 10 klaster wilayah untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang merata.

“Kita geser dari aglomerasi tunggal di pusat kota ke pola polisentris. Misalnya, Manokwari Barat dan Selatan sebagai pusat jasa dan pemerintahan, Manokwari Timur untuk pariwisata pesisir, serta wilayah Warmare dan Prafi sebagai lumbung pangan dan kawasan agropolitan yang kita lindungi melalui Perda Pertanian Berkelanjutan,” jelasnya.

Bupati Hermus optimis dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, kopi Manokwari tidak hanya akan menjadi primadona lokal, tetapi juga mampu menopang ekonomi daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengolah produk-produk UMKM berbasis keunggulan kompetitif wilayah masing-masing.

Festival yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta pelaku UMKM ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Manokwari, sekaligus memperkuat posisi Manokwari sebagai destinasi wisata yang menawarkan kekayaan alam dan budaya, termasuk cita rasa kopi khas daerah.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta