Papua BaratProvinsi Papua BaratReligi

PGGP Papua Barat Gelar Pelatihan Jurnalistik, Diikuti Puluhan Pemuda Gereja

Peserta diharapkan dapat menjadi saluran kebenaran, kasih, dan harapan melalui karya jurnalistik.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com— Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Barat menggelar pelatihan jurnalistik bagi puluhan pemuda gereja dari berbagai denominasi.

Sesi foto bersama Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Komunikasi dan Informatika PGGP Papua Barat, Pdt. Nehemia Baker , Pemateri dan Peserta pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh PGGP Papua Barat.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik sekaligus membekali peserta untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks di era digital.

Kegiatan yang berlangsung di Aula PGGP Papua Barat itu dibuka oleh Bendahara Umum PGGP, Pdt. Erwin Makalew mewakili Ketua Umum PGGP Papua Barat, Pdt. Daniel Sukan, pada Kamis, 23 Oktober 2026. Acara tersebut turut dihadiri.

Pdt Erwin mengatakan pemuda gereja memiliki peran penting dalam menyuarakan kebenaran di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Menurut dia, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan fakta dan kabar bohong.

Ia mencontohkan pengalamannya beberapa kali mempercayai kabar kematian seseorang yang ternyata masih hidup.

“Saya beberapa kali termakan informasi Hoaks. Jadi, ada beberapa kali baca kemudian katakan, ‘Innalillahi, wainnailaihi roji’un, bapak ini sudah meninggal, padahal masih hidup,” kata Erwin.

Ia menilai pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, pemuda gereja diharapkan mampu hadir sebagai penyampai informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Erwin juga mengutip Amsal 12 ayat 22 yang berbunyi, “Bibir yang dusta adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang bertindak setia berkenan kepada-Nya.” Menurut dia, pelatihan jurnalistik tersebut tidak semata-mata bertujuan mencetak penulis atau pewarta berita.

Lebih dari itu, peserta diharapkan dapat menjadi saluran kebenaran, kasih, dan harapan melalui karya jurnalistik yang berintegritas.

Ia berharap kehadiran jurnalis dari kalangan pemuda gereja dapat menjadi penyeimbang terhadap informasi yang menyesatkan, sekaligus mendorong pemberitaan yang membawa kedamaian dan memperkuat persatuan.

“Jurnalistik yang benar di tangan Tuhan dapat menjadi alat untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Komunikasi dan Informatika PGGP Papua Barat, Pdt. Nehemia Baker, mengatakan pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni pada 23-24 Oktober 2026.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, Bustam, Fenti Rumbiak Pemimpin Redaksi (Pemred) jagatpapua.com, dan Arnold Kapisa (editor papuabarat.tribunnews.com). Materi yang diberikan mencakup profesionalisme jurnalistik, upaya menangkal hoaks di era digital dan media sosial, serta teknik penulisan berita.

Menurut Nehemia, hari pertama pelatihan difokuskan pada penyampaian teori, sedangkan hari kedua diisi dengan praktik lapangan, wawancara, dan penulisan berita.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para peserta dapat mengembangkan kemampuan jurnalistik yang profesional, kritis, dan bertanggung jawab, serta berkontribusi menghadirkan informasi yang akurat bagi masyarakat di Papua Barat.(jp/ask).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta