Markus Waran Sebut Wisata Swadaya Jadi Solusi Lapangan Kerja dan Tekan Angka Pengangguran
Masyarakat Adat Kampung Isenebuai Nekat Mencanangkan Desa Wisata Swadaya Demi Membuka Lapangan Pekerjaan Bagi Generasi Muda Wilayah Pesisir.

RUMBERPON, JAGATPAPUA.com–Meski belum memperoleh respons resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, masyarakat adat Kampung Isenebuai, Distrik Rumberpon, tetap menunjukkan komitmen kuat untuk bergerak secara mandiri mencanangkan kampung mereka sebagai Desa Wisata.
Inisiatif swadaya tersebut menjadi langkah strategis jangka panjang guna membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat adat di wilayah pesisir Rumberpon.
Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai, Dr. Markus Waran, ST, M.Si menegaskan, gerakan mandiri ini sengaja digulirkan agar dapat mendorong perhatian pemerintah daerah untuk menghadirkan program pembangunan fisik penunjang sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Menurutnya, pengembangan wisata berbasis masyarakat adat juga menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan kriminalitas di kalangan generasi muda.
“Kita mencari solusi lapangan kerja supaya anak-anak muda bisa bekerja secara produktif. Jika mereka sibuk mengelola wisata secara swadaya, mereka memiliki aktivitas positif sehingga terhindar dari tindakan kriminal maupun aktivitas yang bertentangan dengan program pemerintah,” tegas Markus Waran.
Ia menambahkan, potensi wisata alam dan budaya di Rumberpon sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan berbasis kearifan lokal, terutama karena masyarakat adat masih menjaga sistem pengelolaan wilayah secara tradisional.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang juga Pegawai GKI Klasis Manokwari Selatan, Orgenes Rumbiak menjelaskan, pembagian wilayah hak ulayat antar-marga di sepanjang kawasan Pantai Anyeri hingga Abu Sore telah diatur secara adat sejak zaman leluhur. Kondisi tersebut menjadi fondasi kuat bagi masyarakat dalam mengelola kawasan wisata secara mandiri dan berkelanjutan.
“Wilayah adat sudah dibagi jelas sejak nenek moyang, sehingga masyarakat memahami batas dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga kawasan,” ujar Orgenes.
Letak geografis Distrik Rumberpon yang berada di kawasan pesisir strategis dan berbatasan dengan sejumlah wilayah kabupaten lain dinilai menjadi peluang besar untuk membangun sinergi pembangunan lintas daerah.
Karena itu, masyarakat berharap dukungan pengembangan infrastruktur dan sektor pariwisata ke depan tidak hanya datang dari Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, tetapi juga dari daerah tetangga yang memiliki kedekatan akses transportasi dan hubungan sosial budaya, seperti Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Kabupaten Manokwari.
Harapan tersebut semakin menguat dengan kehadiran Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, S.IP dalam kegiatan pencanangan Desa Wisata Isenebuai.
Kehadirannya dinilai sebagai sinyal positif terbukanya peluang kolaborasi antar-kabupaten dalam mendukung pembangunan kawasan wisata berbasis masyarakat adat di masa mendatang.(jp/alb)
























