HeadlinePemprov PB

Soal Minim Utusan Kabupaten di Seleksi Paskibraka Papua Barat, Ini Penjelasan Kesbangpol

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat, Rheinhard Calvin Maniagasi, S.STP., M.Si., angkat bicara terkait minimnya keterwakilan peserta dari sejumlah kabupaten dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.

Dari tujuh kabupaten di wilayah Papua Barat, tercatat hanya tiga kabupaten yang mengirimkan utusan dalam seleksi tahun ini. Rheinhard menjelaskan, kondisi objektif di daerah menjadi faktor utama kendala tersebut.

“Pertama terkait ujian di tingkat sekolah yang tidak seragam di setiap kabupaten. Selain itu, kita mendapati kendala terkait anggaran dan pembiayaan di tingkat kabupaten yang mengalami tren penurunan,” ujar Rheinhard saat diwawancarai usai pembukaan seleksi.

Meski demikian, Rheinhard menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan maupun kesakralan peringatan HUT RI ke-81 di Provinsi Papua Barat nantinya. Ia justru mengapresiasi semangat 101 pelajar yang hadir mengikuti seleksi.

“Kita harus objektif melihat kondisi daerah. Namun, puji Tuhan, hari ini ada 101 pelajar yang siap diseleksi menjadi 38 orang. Bahkan, ada penambahan peserta yang datang, dan ini menjadi opsi baik bagi kita untuk memilih calon-calon terbaik,” tuturnya.

Terkait proses seleksi, Rheinhard memaparkan bahwa pihaknya menggunakan sistem yang terintegrasi. Seleksi administrasi telah dilakukan melalui sistem, dilanjutkan dengan Tes Kompetensi Dasar (TKD), tes kesehatan (MCU), kesamaptaan, baris-berbaris, hingga tes wawancara yang rencananya akan melibatkan tim dari BPIP pusat.

“Untuk TKD hasilnya langsung keluar by system. Sedangkan untuk MCU, kita menyesuaikan dengan pelayanan di rumah sakit provinsi agar tetap efektif. Untuk tingkat nasional, kami akan mengirimkan tiga pasang atau enam orang, yang nantinya akan ditetapkan satu pasang terbaik di pusat untuk mewakili Papua Barat,” jelasnya.

Rheinhard pun telah berkoordinasi dengan para Kepala Badan Kesbangpol di kabupaten agar kedepannya seleksi Paskibraka menjadi prioritas dalam penyusunan program dan RKPD.

“Ini adalah tugas negara. Saya sudah sampaikan kepada teman-teman di kabupaten agar kedepan betul-betul memprioritaskan program yang berhubungan dengan peringatan HUT RI. Ini adalah wujud patriotisme kita sebagai warga negara,” tegasnya.

Disinggung mengenai kesiapan upacara 17 Agustus 2026, Rheinhard menyebutkan bahwa Pemprov Papua Barat telah membagi dua kepanitiaan.

“Ada panitia khusus Paskibraka yang sedang bekerja sekarang agar di bulan Juni nanti perwakilan kita sudah siap dikirim ke Jakarta. Selain itu, ada panitia HUT RI tingkat Provinsi yang saat ini draft SK-nya sedang menunggu petunjuk pimpinan. Kami pastikan rangkaian kegiatan hingga puncaknya di Kantor Gubernur nanti akan disiapkan dengan baik,” tutupnya. (jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta