HeadlineOlahragaProvinsi Papua Barat

Didesak Mundur dari Bursa Caketum KONI Papua Barat, Mola: Ini Soal Kepercayaan

"Jadi nanti kalau saya dianggap tidak memenuhi syarat, ya tentunya tidak bisa dicalonkan. Tetapi kalau kemudian dianggap memenuhi syarat, tentu proses ini akan berjalan terus,” tegasnya.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Calon Ketua Umum (Caketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Mohamad Lakotani, angkat bicara menanggapi sorotan sejumlah pihak yang meminta dirinya tidak maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Sorotan tersebut salah satunya berkaitan dengan kekhawatiran mengenai potensi rangkap jabatan apabila Lakotani terpilih memimpin KONI Papua Barat.

Menanggapi hal tersebut, Mohamad Lakotani menegaskan bahwa pencalonannya tidak semata-mata didorong ambisi pribadi, melainkan adanya dukungan dan kepercayaan dari sejumlah cabang olahraga (Cabor) di Papua Barat.

Menurutnya, pencalonan dirinya merupakan aspirasi dari Cabor yang selama ini bersentuhan langsung dengan pembinaan dan pengembangan olahraga, termasuk mendampingi para atlet dalam berbagai situasi.

“Saya dicalonkan oleh cabor. Tentu cabang-cabang olahraga ini adalah orang-orang atau kelompok yang selama ini bersama atlet dan mengurus olahraga di bidangnya masing-masing. Mereka yang mengalami suka duka, susah senang dalam mengurus olahraga. Saya mendapatkan dukungan dari mereka,” kata Mola, Senin (24/8/2026).

Ia mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang harus dihargai dan dijalankan secara bertanggung jawab.

“Dukungan itu artinya kepercayaan. Karena itu, kita akan menyesuaikan dengan berbagai persyaratan yang ada untuk menjadi Ketua KONI. Ada sejumlah persyaratan dan itu akan kita lihat kembali,” katanya.

Lakotani menegaskan, kelayakan dirinya untuk maju dalam kontestasi tersebut sepenuhnya akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI serta aturan hukum lainnya.

“Jadi nanti kalau saya dianggap tidak memenuhi syarat, ya tentunya tidak bisa dicalonkan. Tetapi kalau kemudian dianggap memenuhi syarat, tentu proses ini akan berjalan terus,” tegasnya.

Terkait masukan dari sejumlah pihak agar dirinya lebih fokus apabila maju sebagai Caketum KONI Papua Barat, Lakotani mengaku telah menerima saran tersebut.

Ia bahkan menyebut telah membangun komunikasi dengan sejumlah organisasi yang saat ini dipimpinnya atau menjadi bagian dari kepengurusannya, termasuk Partai Gerakan Pramuka dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Saran dari beberapa pihak kepada saya supaya fokus dalam proses pencalonan ini dan kalau nanti dipercaya, kemudian fokus juga mengurus olahraga. Mereka mengusulkan supaya secara pribadi atau sebagai pimpinan beberapa organisasi lainnya, saya mengundurkan diri jika mencalonkan diri sebagai Caketum KONI Papua Barat,” jelasnya.

Lakotani mengatakan, komunikasi dengan Partai Gerakan Pramuka telah dilakukan secara lisan dan dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti secara resmi melalui surat.

“Dengan Partai Gerakan Pramuka saya sudah berkomunikasi secara lisan. Secara resmi kami akan menyurat, mungkin hari ini,” ujarnya.

Hal serupa juga akan dikomunikasikan dengan PMI. Namun, proses tersebut akan menyesuaikan dengan agenda kepulangan kontingen Papua Barat yang saat ini mengikuti PON Nasional.

Sementara itu, terkait posisinya dalam Dewan Masjid, Lakotani menilai organisasi tersebut memiliki ranah yang berbeda dan tidak berkaitan langsung dengan urusan KONI.

“Kalau Dewan Masjid, ini organisasi keumatan yang saya kira tidak ada urusannya dengan itu. Jadi siapa sajalah,” katanya.

Lakotani juga menanggapi isu bahwa pencalonannya sebagai Ketua KONI Papua Barat berpotensi menimbulkan persoalan karena dirinya masih memegang sejumlah jabatan di organisasi lain.

Ia menyebut, sepanjang memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan, pencalonan tersebut tetap dapat berjalan.

“Sebetulnya di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI itu tidak ada larangan untuk rangkap jabatan,” ungkapnya.

Meski demikian, Lakotani menegaskan bahwa dirinya tetap terbuka terhadap masukan agar apabila nantinya dipercaya memimpin KONI Papua Barat, fokus terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di daerah.

Baginya, pencalonan dalam Musorprov KONI Papua Barat bukan sekadar persoalan perebutan jabatan, melainkan amanah dari Cabor yang telah memberikan dukungan.

“Sekali lagi, ini soal kepercayaan. Maju sebagai Caketum KONI, sekali lagi ini soal kepercayaan,” pungkas Lakotani.(jp/ask). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta