Prof. Charlie Heatubun Resmi Jabat Kepala Bappeda Papua Barat Definitif
Papua Barat masih menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan sistem perencanaan yang tidak hanya administratif, tetapi mampu merespons perubahan dan kebutuhan masyarakat.
MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si., resmi menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat definitif.
Charlie Heatubun dilantik langsung oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, di Ruang Multimedia Lantai III Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Selasa (6/10/2026) siang.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Papua Barat Nomor SK.800.1.3.3-11 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Pengangkatan Charlie Heatubun juga telah memperoleh persetujuan melalui Surat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 3021/DST/A.A3/KP.08.06/2026 tertanggal 27 Juli 2026 tentang Persetujuan Penugasan Pegawai Kemendiktisaintek.
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya pemerintah memastikan roda pemerintahan dan pembangunan di Papua Barat berjalan secara efektif, terarah, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pengisian jabatan definitif juga penting untuk memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan optimal, terutama pada perangkat daerah yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan.
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara yang baru saja dilantik. Selamat menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan,” ujar Dominggus.
Dominggus secara khusus menekankan posisi strategis Bappeda dalam menentukan arah pembangunan Papua Barat.
Bappeda, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyusun dokumen perencanaan, tetapi harus menjadi pusat pengolahan berbagai data, informasi, aspirasi masyarakat, potensi daerah, hingga persoalan pembangunan untuk kemudian diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran.
“Bappeda memiliki tugas membantu gubernur dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk penyusunan perencanaan, koordinasi, pengendalian, monitoring, dan evaluasi pembangunan,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan kualitas pembangunan Papua Barat sangat ditentukan oleh kualitas perencanaannya.
Perencanaan yang baik, lanjut Dominggus, harus dimulai dari ketersediaan data yang benar dan akurat. Data tersebut kemudian harus diolah melalui analisis yang tepat sehingga mampu menghasilkan kebijakan, program, dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perencanaan yang baik harus dimulai dari data yang benar untuk menghasilkan analisis yang tepat guna menghadirkan kebijakan melalui program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Gubernur mengakui Papua Barat masih menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan sistem perencanaan yang tidak hanya administratif, tetapi mampu merespons perubahan dan kebutuhan masyarakat.
Untuk itu, Bappeda diminta membangun pola perencanaan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Dominggus juga mendorong Bappeda menjadi ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan Papua Barat.
Kolaborasi tersebut mencakup pemerintah daerah, DPR Papua Barat (DPRP), Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, hingga pemuda.
“Saya percaya bahwa pejabat yang dilantik pada hari ini memiliki kemampuan, pengalaman, dan integritas untuk menjalankan amanah yang diberikan. Namun, saya juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak bekerja seorang diri,” katanya.
Menurut Dominggus, keberhasilan Kepala Bappeda tidak dapat dilepaskan dari dukungan seluruh jajaran organisasi.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Bappeda Papua Barat membangun kerja sama yang solid, menjaga kekompakan organisasi, serta bersama-sama meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah.
“Keberhasilan Kepala Bappeda adalah keberhasilan seluruh jajaran Bappeda. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran Bappeda untuk memberikan dukungan penuh, membangun kerja sama yang baik, menjaga soliditas organisasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan Papua Barat,” pungkasnya.
Sebelum dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai Kepala Bappeda Papua Barat, Charlie Heatubun menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat. Ia juga sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Papua Barat.(jp/ask)











