
BIAK, JAGATPAPUA.com – Tim gabungan memperluas area pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang akibat ledakan bom yang diduga merupakan amunisi sisa Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan Biak, Kabupaten Biak Numfor.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiwan, mengatakan hingga hari keempat pascaledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026, tim masih terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan.
“Korban yang belum ditemukan masih ada tiga orang dan kami terus berupaya melakukan pencarian. Titik pencarian masih difokuskan di ring 2, khususnya di area pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian,” ujar Ari saat menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut, Rabu (3/6/2026) malam.
Untuk mengoptimalkan proses pencarian, tim gabungan memperluas jangkauan penyisiran dari radius sebelumnya satu kilometer menjadi tiga kilometer. Bahkan, tidak menutup kemungkinan area pencarian akan diperluas hingga radius empat kilometer dari titik ledakan.
Menurut Kapolres, perluasan area pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kuatnya daya ledak yang diduga menyebabkan korban maupun material terpental cukup jauh dari lokasi kejadian.
Di sisi lain, proses sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Polda Papua masih terus berlangsung. Hingga saat ini, sterilisasi baru mencapai sekitar 50 persen.
Meski demikian, area yang telah dinyatakan aman akan mulai dimanfaatkan untuk mendukung proses evakuasi material dan pencarian korban maupun barang bukti pada Kamis (4/6/2026).
“Hari ini sebagian area sudah dinyatakan steril oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua. Di area tersebut akan dilakukan evakuasi material yang menghambat proses pencarian korban dan barang bukti. Seluruh kegiatan tetap berada dalam pengawasan ketat Tim Jibom untuk memastikan keselamatan personel di lapangan,” jelasnya.
Kapolres juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak memasuki kawasan ring 1 atau area inti di sekitar lokasi ledakan. Pembatasan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan warga mengingat proses sterilisasi belum sepenuhnya selesai.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak memasuki area ring 1. Setiap aktivitas di zona tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada rekomendasi dan arahan dari Tim Jibom Gegana Polda Papua guna memastikan situasi benar-benar aman,” tegas Ari Trestiwan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut bertambah menjadi enam orang. Selain itu, satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Biak Numfor.(jp/fir)




















