Cegah Karhutla, Dinas Kehutanan Papua Barat Bagikan Ratusan Leaflet Imbauan Kepada Masyarakat
Upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Penyadartahuan kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sosialisasi, kampanye, patroli di wilayah rawan kebakaran, serta edukasi berbasis masyarakat.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat terus memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya serta dampak yang ditimbulkan dari kebakaran.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni turun langsung ke lapangan melalui aksi penyadartahuan dengan membagikan sebanyak 400 leaflet imbauan pencegahan Karhutla kepada masyarakat di Manokwari, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Bidang Perlindungan dan Penyuluhan Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Firaon Ullo, S.Hut., M.Sc., dengan menyasar para pengemudi, penumpang, serta masyarakat yang melintas di kawasan Terminal Penumpang Wosi.
Selain di Terminal Wosi, kegiatan penyadartahuan juga menyasar masyarakat yang melintas di jalur strategis antarkabupaten, khususnya rute Prafi, Pegunungan Arfak (Pegaf), Manokwari Selatan (Mansel), dan Teluk Bintuni.
Firaon menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kehutanan dalam memperkuat pengendalian Karhutla, mulai dari aspek pencegahan, penanggulangan hingga penanganan pascakebakaran.
“Ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kehutanan dalam pengendalian Karhutla, meliputi pencegahan, penanggulangan, dan penanganan pasca Karhutla itu terjadi,” ujar Firaon.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Penyadartahuan kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sosialisasi, kampanye, patroli di wilayah rawan kebakaran, serta edukasi berbasis masyarakat.
Salah satunya melalui pembentukan dan penguatan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah potensi kebakaran sejak dini.
Firaon menilai keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting karena sebagian besar kejadian Karhutla tidak terlepas dari aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
“Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa api yang digunakan secara tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang luas, bukan hanya terhadap hutan dan lahan, tetapi juga terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pembagian 400 leaflet tersebut dapat memberikan informasi praktis kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam melakukan pencegahan.
Terlebih, kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026 meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran di sejumlah wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat secara langsung diimbau untuk tidak membuang puntung rokok maupun sisa pembakaran secara sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan, maupun melakukan aktivitas peternakan, penggembalaan dan perburuan dengan cara membakar.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah yang tidak terkendali, saling mengingatkan antarwarga, serta segera melakukan pemadaman apabila menemukan titik atau sumber api yang masih dapat ditangani.
“Jika kebakaran sudah tidak mampu diatasi sendiri, segera laporkan kepada pihak berwenang. Begitu juga apabila melihat adanya pelaku pembakaran hutan dan lahan, agar segera dilaporkan dan diamankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Firaon.
Dinas Kehutanan Papua Barat memastikan upaya pengendalian Karhutla akan terus dilakukan melalui berbagai langkah pencegahan dan penyadartahuan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, kelompok masyarakat, dan seluruh warga dinilai menjadi kunci untuk menekan potensi serta dampak Karhutla di Papua Barat.
Sebelumnya, pembagian Leaflet juga telah dilakukan usai Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Secara Serentak di Wilayah Papua Barat yang diselenggarakan Polda Papua Barat Barat pada Selasa (11/8/2026).
Apel Gelar Pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si.
Dalam amanatnya, Sulastiana mengatakan apel tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi Karhutla di Papua Barat akibat dampak dari fenomena El Nino yang datang lebih awal dan lebih Panjang waktunya.
Dampak fenomena El Nino ini selain Karhutla juga berdampak pada kekeringan, gagal panen, krisis air bersih, dan menurunnya Kesehatan Masyarakat.
Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, oleh karena itu membutuhkan sinergi serta partisipasi lintas instansi seperti, Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang berdomisili di wilayah Provinsi Papua Barat.(jp/ask).






