Kab ManokwariPemprov PB

Koordinasi Transportasi Pesparawi 2026 Dimatangkan, Maskapai hingga Kapal Labuh Disiapkan

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, Markus Lukas Sabarofek, memaparkan kesiapan sektor transportasi dalam mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Nasional tahun 2026 di Manokwari.

Dalam keterangannya, Sabarofek menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan koordinasi intensif guna memastikan kelancaran mobilitas peserta dari berbagai wilayah, baik dari Indonesia Barat, Indonesia Timur, maupun Sulawesi.

Menurutnya, dari sisi transportasi udara, sejumlah maskapai telah menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan tersebut. Di antaranya Garuda Indonesia dan Citilink yang saat ini masih membahas skema kerja sama secara teknis.

“Detail teknis dan persyaratan dari pihak maskapai akan segera disampaikan kepada Sekretaris Daerah selaku Ketua Panitia untuk mendapat persetujuan,” ujar Sabarofek.

Selain itu, Gubernur Papua Barat juga telah mengambil langkah strategis dengan menyurati Batik Air agar membuka penerbangan langsung (direct flight) dari Jakarta menuju Manokwari tanpa transit di Sorong.

Permohonan dukungan juga telah disampaikan kepada Pelita Air guna memperkuat layanan penerbangan selama pelaksanaan Pesparawi.

Di tingkat domestik, Dinas Perhubungan Papua Barat juga tengah mengupayakan pengaktifan kembali rute Fakfak–Manokwari melalui Bandara Rendani, sebagai upaya memperlancar konektivitas antarwilayah.

Sabarofek menambahkan, keterbatasan fasilitas penginapan di Manokwari menjadi perhatian serius panitia. Karena itu, solusi alternatif disiapkan melalui pemanfaatan transportasi laut sebagai akomodasi terapung.

“Pola ini mengacu pada pelaksanaan kegiatan besar sebelumnya di Teluk Wondama, dengan menghadirkan kapal labuh sebagai tempat menginap peserta,” jelasnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, panitia akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam menghadirkan kapal penumpang, seperti KM Sinabung, yang direncanakan difungsikan sebagai penginapan terapung.

Sementara itu, kapal-kapal tol laut juga akan diarahkan langsung masuk ke pelabuhan Manokwari guna menunjang distribusi logistik serta mobilitas peserta.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat optimistis pelaksanaan Pesparawi di Manokwari dapat berjalan lancar dengan dukungan transportasi yang optimal dan terintegrasi. (jp/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta