Sterilisasi TKP Ledakan Bom Biak, Jibom Gegana Temukan Lagi 6 Serpihan Proyektil dan 18 Potongan Tubuh

BIAK, JAGATPAPUA.com – Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua kembali menemukan sejumlah material berbahaya saat melakukan sterilisasi di lokasi ledakan bom yang diduga merupakan amunisi sisa Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan Biak, Kabupaten Biak Numfor.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiwan, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan sterilisasi yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026), Tim Jibom berhasil menemukan dan mengamankan enam serpihan proyektil serta satu gerinda listrik di area tempat kejadian perkara (TKP).
“Pada hari ini Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Papua menemukan dan mengamankan enam serpihan proyektil serta satu gulungan kabel listrik di area TKP saat proses sterilisasi berlangsung,” ujar Ari saat memberikan keterangan kepada awak media.
Selain temuan tersebut, Tim Basarnas yang turut terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi juga menemukan 18 potongan tubuh yang diduga berasal dari para korban ledakan. Seluruh temuan itu telah dievakuasi ke RSUD Biak untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan forensik.
“Basarnas juga menemukan 18 potongan bagian tubuh yang saat ini telah dibawa ke RSUD Biak untuk proses identifikasi,” katanya.
Kapolres menjelaskan, berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut bertambah menjadi enam orang. Sebelumnya, lima korban telah teridentifikasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Sementara itu, jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 18 orang. Dari jumlah tersebut, satu korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Biak Numfor, sedangkan korban lainnya telah diperbolehkan pulang.
Lima korban yang telah dimakamkan masing-masing atas nama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5), dan Mina Puadi (51).
Di sisi lain, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).
Proses pencarian dan sterilisasi lokasi kejadian masih terus berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area ledakan hingga seluruh proses sterilisasi dinyatakan selesai dan lokasi benar-benar aman dari potensi bahaya sisa amunisi.(jp/fir)
























