Pemprov PBProvinsi Papua Barat

Job Fair Papua Barat 2026, Lakotani: Lowongan Harus Transparan dan Mudah Diakses Pencaker

Salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan adalah ketika masyarakat memperoleh kesempatan kerja, memiliki penghasilan yang layak dan tetap.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) bekerja sama dengan puluhan perusahaan membuka akses kesempatan kerja bagi para pencari kerja melalui Job Fair Papua Barat 2026.

Wagub Lakotani Resmi Membuka Job Fire 2026 Papua Barat.

Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, didampingi Kepala Disnakertrans Papua Barat, Eduard Toansiba, di halaman Lapangan Voli Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Rabu (16/9/2026).

Dalam sambutannya, Lakotani meminta seluruh lowongan yang ditawarkan dalam Job Fair 2026 benar-benar merupakan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dan dapat diakses secara terbuka serta transparan oleh para pencari kerja.

“Job Fair 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial dan bukan sekadar pameran lowongan pekerjaan, tetapi kegiatan ini harus menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata,” kata Lakotani.

Menurutnya, pembangunan di Papua Barat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan adalah ketika masyarakat memperoleh kesempatan kerja, memiliki penghasilan yang layak dan tetap, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu, persoalan ketenagakerjaan, kata Lakotani, tidak boleh hanya dipandang dari sisi tersedianya lowongan pekerjaan. Lebih dari itu, diperlukan ekosistem yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, keterampilan, kebutuhan dunia usaha, investasi, dan kebijakan pemerintah.

“Job Fair Papua Barat Tahun 2026 ini harus menjadi bagian dari upaya kita untuk mempertemukan dua kebutuhan tersebut. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, disiplin, dan produktif. Sementara masyarakat, khususnya generasi muda kita, membutuhkan akses yang terbuka terhadap informasi dan kesempatan kerja,” ujarnya.

Lakotani menyebut Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam dan peluang investasi yang cukup besar, mulai dari sektor minyak dan gas bumi (migas), pertambangan, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan, pariwisata, konstruksi, perdagangan dan jasa, hingga berbagai sektor ekonomi lainnya.

Menurutnya, pertumbuhan sektor-sektor tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Papua Barat.

“Kita tidak ingin investasi tumbuh, perusahaan berkembang, dan kegiatan ekonomi meningkat, tetapi di sisi lain masyarakat kita hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Karena itu, Lakotani mengajak sekaligus meminta seluruh pimpinan perusahaan yang beroperasi dan berinvestasi di Papua Barat membangun komitmen bersama untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Namun, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal tersebut, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia.

“Pemerintah tidak meminta kepada perusahaan untuk mengabaikan asas profesionalisme dan kompetensi. Pemerintah akan membantu menyiapkan program-program dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga kerja lokal di Papua Barat,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban mempersiapkan tenaga kerja, sementara dunia pendidikan dan lembaga pelatihan bertanggung jawab membangun kompetensi. Di sisi lain, dunia usaha perlu menyampaikan secara jelas keterampilan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

Dengan sinergi tersebut, kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan dunia kerja diharapkan dapat dikurangi.

Kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda Papua Barat yang mengikuti Job Fair 2026, Lakotani berpesan agar tidak kehilangan semangat dan harapan dalam mencari peluang kerja.

Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Kompetensi, kedisiplinan, integritas, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, penguasaan teknologi, kreativitas, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting yang harus dimiliki pencari kerja.

Ia meminta para pencari kerja memanfaatkan Job Fair tersebut sebaik mungkin dengan mengenali perusahaan yang diminati, mempelajari kualifikasi yang dibutuhkan, menyiapkan dokumen lamaran dengan baik, serta menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri.

“Jangan takut untuk mencoba setiap kesempatan yang ada. Apabila hari ini belum berhasil mendapatkan pekerjaan, jadikanlah ini sebagai pengalaman dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kompetensi,” pesannya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjut Lakotani, akan terus berupaya membuka akses pelatihan, sertifikasi kompetensi, pemagangan, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha.

Selain mendorong generasi muda menjadi pencari kerja, Lakotani juga mengajak mereka mulai membangun keberanian menjadi pencipta lapangan kerja.

Peluang tersebut, kata dia, dapat dikembangkan melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif dan digital, pertanian serta perikanan modern, pariwisata, maupun berbagai usaha berbasis potensi lokal Papua Barat.

“Generasi muda Papua Barat jangan hanya memiliki orientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mulai membangun keberanian untuk menjadi pencipta lapangan kerja,” tandasnya.(jp/ask). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta