DPD RIKab ManokwariPemprov PBPendidikanProvinsi Papua Barat

Filep Wamafma Ajak Perguruan Tinggi Swasta di Papua Barat Tingkatkan Kualitas SDM

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga pengajar, dan perbaikan tata kelola menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com— Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua Barat, Filep Wamafma, mengajak perguruan tinggi swasta (PTS) di Papua Barat berbenah menghadapi perubahan zaman. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga pengajar, dan perbaikan tata kelola menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Ajakan itu disampaikan Filep saat memberikan sambutan selamat datang dalam Musyawarah Luar Biasa Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Papua Barat 2026 di Kampus IHTP, Manokwari, Selasa, 27 Oktober 2026. IHTP menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

Filep menuturkan, perubahan sistem pendidikan dan tuntutan kualifikasi akademik dosen berlangsung semakin cepat. Menurut dia, perguruan tinggi tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman masa lalu ketika jumlah kampus belum sebanyak sekarang.

“Dulu kita bangga karena belum banyak kampus lain, namun sekarang tuntutan kualifikasi dosen dan tata kelola perguruan tinggi jauh semakin tinggi,” kata Filep.

Ia mencontohkan upaya pembenahan yang dilakukan IHTP, kampus yang berawal dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) dan berdiri pada 17 Februari 1975. Dalam perjalanannya, lembaga pendidikan tersebut terus mendorong peningkatan kualifikasi akademik para dosen agar mampu memenuhi tuntutan pendidikan tinggi.

Filep menyebutkan, IHTP saat ini memiliki tujuh dosen tetap bergelar doktor. Selain itu, sembilan dosen sedang menempuh pendidikan doktoral dan sembilan lainnya menyelesaikan studi magister.

“Ini komitmen kita untuk terus berkembang dan membangun mutu pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain peningkatan kualifikasi dosen, Filep menekankan pentingnya dedikasi dalam membangun pendidikan di Papua. Senator Papua Barat itu mengatakan, pengelolaan perguruan tinggi di daerah membutuhkan komitmen untuk menghadapi beragam persoalan, termasuk dinamika sosial dan ekonomi mahasiswa.

Menurut dia, kemajuan pendidikan di Papua tidak cukup dicapai melalui perubahan administratif semata. Seluruh pemangku kepentingan pendidikan perlu mencurahkan perhatian dan tenaga untuk mendorong perubahan yang berkelanjutan.

“Pendidikan di tanah Papua akan maju ketika kita mendedikasikan seluruh hidup kita untuk membangun pendidikan ini. Jika tidak, maka sampai dunia kiamat pun tidak akan ada perubahan,” kata dia.

Filep berharap Musyawarah Luar Biasa APTISI Papua Barat menghasilkan gagasan strategis untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi swasta. Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat kerja sama antarkampus dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayah Papua Barat.

Ia mengajak seluruh pengelola PTS menjaga semangat kolaborasi agar perguruan tinggi di Papua mampu menghadapi tuntutan pendidikan yang terus berkembang.

“Mudah-mudahan kita semua tetap semangat dan bersama-sama membangun pendidikan di tanah Papua agar jauh lebih baik ke depan,” ujar Filep.(jp/alb). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta