Hukum & KriminalPolda Papua Barat

Jelang Pesparawi Nasional, Dirlantas Polda Papua Barat Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Manokwari

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna mendukung kelancaran pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di Kabupaten Manokwari.

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahitar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan arus lalu lintas selama rangkaian kegiatan Pesparawi dapat berjalan aman dan lancar.

Menurut Arief, salah satu perhatian yang disampaikan kepada pemerintah daerah adalah percepatan perbaikan sejumlah alat pemberi isyarat lalu lintas (traffic light) yang mengalami kerusakan di beberapa titik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Manokwari terkait kondisi traffic light. Jika menjadi kewenangan pemerintah kabupaten maka segera diperbaiki oleh kabupaten, dan jika menjadi kewenangan provinsi maka kami sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat agar segera melakukan perbaikan,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, keberadaan traffic light sangat penting karena berada di titik-titik dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi dan berfungsi mengatur kelancaran arus lalu lintas.

Selain menghadapi Pesparawi Nasional, kata Arief, Manokwari juga tengah menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat yang melibatkan mobilisasi massa dalam jumlah besar sehingga membutuhkan pengaturan dan pengawalan dari petugas kepolisian.

Untuk mendukung pelaksanaan Pesparawi, Ditlantas Polda Papua Barat telah menyiapkan rekayasa lalu lintas pada sejumlah ruas jalan yang akan dilalui peserta karnaval maupun tamu undangan.

“Nanti saat kegiatan karnaval Pesparawi berlangsung akan dilakukan pengalihan arus pada beberapa titik. Ada sekitar empat hingga lima titik yang akan dilakukan rekayasa lalu lintas untuk memastikan kegiatan berjalan lancar,” katanya.

Arief mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan selama pelaksanaan pengalihan arus berlangsung.

Menurutnya, kepatuhan masyarakat terhadap petunjuk petugas menjadi faktor penting dalam menciptakan kelancaran dan keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut.

“Ketika ada pengalihan arus, kami berharap masyarakat mengikuti arahan petugas. Jangan memaksakan diri melintas pada jalur yang sudah ditutup atau dialihkan karena semua dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pesparawi Nasional merupakan momentum penting yang membawa nama baik Papua Barat di tingkat nasional. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Arief juga mengingatkan masyarakat untuk menunjukkan budaya tertib berlalu lintas kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tertib berlalu lintas adalah cerminan budaya masyarakat. Kita ingin menunjukkan kepada para tamu bahwa masyarakat Manokwari memiliki disiplin dan kesadaran yang tinggi dalam menggunakan jalan raya,” katanya.

Selain pengguna kendaraan bermotor, ia juga mengingatkan pentingnya saling menghormati antar pengguna jalan, termasuk pejalan kaki dan pesepeda.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pesparawi tidak hanya ditentukan oleh suksesnya acara, tetapi juga oleh kenyamanan dan keselamatan para peserta maupun masyarakat selama berada di Manokwari.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan mulai dari karnaval, pembukaan, perlombaan hingga penutupan dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kesan terbaik bagi seluruh tamu yang hadir di Papua Barat,” pungkasnya. (jp/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta