HeadlinePemprov PBProvinsi Papua Barat

28 Perusahaan Buka 643 Lowongan Kerja di Job Fair Papua Barat 2026

Dari total 643 lowongan yang tersedia, sebanyak 43 lowongan secara khusus diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP).

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) bekerja sama dengan 28 perusahaan membuka sebanyak 643 lowongan pekerjaan melalui kegiatan Job Fair Papua Barat 2026.

Job Fire Papua Barat 2026 dipusatkan di Halaman Volly Kantor Gubernur, Arfai Manokwari. Dilaksanakan mulai tanggal 16-18 September 2026. Untuk itu, para Pencaker yang membutuhkan pekerjaan bisa mendatangi langsung setiap Stan Perusahaan yang telah disiapkan tersebut. 

Kepala Disnakertrans Papua Barat, Eduard Toansiba, mengatakan pelaksanaan Job Fair tersebut merupakan hasil koordinasi dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Papua Barat, termasuk sektor migas, industri, ritel dan perbankan.

“Di antaranya LNG Tangguh, Genting Oil, pabrik semen, perbankan, Indomaret dan Alfamart. Mereka membuka 643 lowongan kerja,” kata Eduard kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, dari total 643 lowongan yang tersedia, sebanyak 43 lowongan secara khusus diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Papua Barat membuka akses dan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya OAP yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh pekerjaan.

“Dari 643, 43 di antaranya dikhususkan untuk orang asli Papua yang selama ini kesulitan mencari pekerjaan. Tentu inisiatif ini mengacu pada visi dan misi Gubernur. Kami harus membuka peluang pekerjaan bagi saudara-saudara OAP,” ujarnya.

Eduard menyebut, salah satu tujuan utama pelaksanaan Job Fair adalah membantu mengurangi angka pengangguran di Provinsi Papua Barat sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Kegiatan Job Fair Papua Barat 2026 berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (18/9/2026). Para pencari kerja diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.

Ia mengatakan, sejumlah perusahaan telah menyediakan informasi lowongan melalui tautan pendaftaran daring. Pencari kerja yang telah mendaftar secara online selanjutnya dapat mengikuti tahapan seleksi yang dilakukan masing-masing perusahaan.

“Setelah acara pembukaan, masing-masing perusahaan akan melihat mereka yang sudah mendaftar secara online. Setelah itu mereka bisa mengikuti tes masing-masing. Ada yang melalui tes lisan, wawancara, dan yang paling penting adalah kompetensi,” jelasnya.

Eduard menegaskan, Disnakertrans dalam kegiatan ini berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Sementara proses seleksi dan keputusan penerimaan sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.

“Kami menjembatani dan memfasilitasi adik-adik OAP untuk memanfaatkan peluang yang ada, terutama lowongan kerja yang sudah disiapkan perusahaan. Lowongan tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Job Fair juga mengacu pada ketentuan Pemerintah Provinsi Papua Barat terkait kesempatan kerja bagi OAP dan non-OAP.

“Sesuai dengan Peraturan Gubernur, terutama tentang ketenagakerjaan, jadi 80 persen untuk OAP dan 20 persen untuk non-OAP,” ungkapnya.

Namun demikian, Eduard mengingatkan pencari kerja agar tidak hanya mengandalkan kebijakan afirmasi, tetapi juga mempersiapkan kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan perusahaan.

“Untuk jaminan lolos, kami hanya memfasilitasi bahwa ada 643 lowongan kerja yang dibuka. Yang mempunyai kewenangan untuk menyeleksi kembali kepada perusahaan,” tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Papua Barat ke depan berpotensi semakin besar seiring dengan berkembangnya sejumlah investasi dan proyek industri.

Ia menyebut Genting Oil, LNG Tangguh, Nusantara Gas, hingga rencana pembangunan industri pupuk oleh Pupuk Kaltim di Fakfak sebagai sektor yang berpotensi membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Perusahaan-perusahaan besar di Papua Barat, terutama Genting Oil, LNG Tangguh dan Nusantara Gas, membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar. Karena itu, kegiatan Job Fair ini masih sangat kecil,” katanya.

Eduard mengatakan, Job Fair 2026 menjadi salah satu upaya awal Disnakertrans untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja. Kegiatan serupa juga direncanakan kembali dilaksanakan pada 2027 sebagai bagian dari program Disnakertrans sekaligus mendukung agenda Papua Barat Produktif.

Selain membuka akses lowongan kerja, Disnakertrans juga terus mendorong peningkatan kompetensi pencari kerja melalui berbagai program pelatihan.

“Pencari kerja harus memiliki kompetensi dan sertifikasi. Contohnya, untuk bekerja di LNG Tangguh harus memiliki sertifikasi tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun ini pemerintah juga menyiapkan program pelatihan bagi OAP dari sejumlah kabupaten. Sebanyak 80 orang akan mengikuti pelatihan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal.

“Ini yang sementara kami dorong melalui program-program pelatihan,” pungkasnya.(jp/ask). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta