Sekda ABT Harap Kontingen Bawa Pulang Senyum dan Cerita Baik dari Pesparawi Nasional XIV
Terima kasih kepada seluruh kontingen dari 38 provinsi yang telah berada di Manokwari selama pelaksanaan Pesparawi.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat yang juga Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, berharap seluruh peserta membawa pulang kesan baik dari penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.

Hal itu disampaikannya Sekda ABT saat memberikan sambutannya pada Pesta Durian bersama seluruh kontingen Pesparawi Nasional XIV di Lapangan Rektorat UNIPA Manokwari, Sabtu (27/6/2026).
Ali Baham mengatakan, panitia bersyukur karena hingga menjelang penutupan sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Utara, Gubernur Papua, serta Bupati Morowali, masih menyempatkan hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Agama RI dijadwalkan hadir untuk menutup secara resmi Pesparawi Nasional XIV.
“Mewakili Bapak Gubernur Papua Barat, kami menyampaikan permohonan maaf karena beliau belum sempat hadir pada kesempatan ini. Namun beliau menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada seluruh peserta dan tamu yang telah datang ke Manokwari,” kata sekda ABT.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen dari 38 provinsi yang telah berada di Manokwari selama pelaksanaan Pesparawi. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua Barat.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir di Kota Manokwari, Kota Injil. Semoga Injil membawa damai bagi kita semua,”ucapnya.
Ali Baham juga mengangkat nilai-nilai persaudaraan yang menjadi semangat Pesparawi. Ia mengutip falsafah Minahasa “Sitou Timou Tumou Tou” yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan sesama, serta filosofi masyarakat Hatam di Papua Barat “Goam Mem Hagom, Hagom Mem Goam” yang bermakna satu untuk semua dan semua untuk satu.
Menurutnya, kedua nilai tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Namun, hal itu diharapkan tidak mengurangi kesan baik yang dibawa pulang oleh para peserta.
“Ibarat durian, mungkin kulitnya berduri, tetapi isinya manis. Kalau ada kekurangan selama di sini, mari kita tinggalkan. Bawalah pulang cerita-cerita yang baik dari Manokwari sebagai bagian dari promosi daerah ini,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ali Baham menegaskan bahwa seluruh peserta pada hakikatnya adalah pemenang karena telah bersama-sama memuliakan nama Tuhan melalui pujian dan nyanyian.
“Soal siapa yang menjadi juara, kita semua adalah juara karena telah memuji Tuhan pada segala waktu,” tutupnya. (jp/ksn)



















