HeadlineKab ManokwariPemprov PBProvinsi Papua Barat

Jarak Pandang Membaik, Batik Air dan Super Air Jet Dijadwalkan Mendarat Hari Ini

Penerbangan yang telah beroperasi sejak pagi adalah maskapai Susi Air. Pesawat tersebut telah berhasil mendarat dan kembali terbang dengan lancar tanpa mengalami pembatalan.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kondisi cuaca dan jarak pandang (visibility) di sekitar Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari, Papua Barat, mulai membaik secara bertahap, Rabu (7/10/2026).

Perbaikan jarak pandang tersebut menjadi angin segar bagi aktivitas penerbangan di Bandara Rendani setelah sehari sebelumnya seluruh penerbangan dibatalkan akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan kondisi visibility yang mulai membaik memungkinkan sejumlah penerbangan kembali dijadwalkan melayani rute menuju Manokwari.

“Untuk hari ini, kondisi visibility sudah mulai membaik secara bertahap,” ujar Herman di Manokwari, Rabu (7/10/2026).

Ia menjelaskan, maskapai Batik Air dijadwalkan terbang dari Sorong menuju Manokwari, sedangkan Super Air Jet dijadwalkan melayani rute dari Makassar menuju Bandara Rendani.

Pihak pengelola bandara berharap kondisi cuaca dan jarak pandang terus membaik sehingga seluruh penerbangan dapat tiba dan berangkat dengan aman serta pelayanan terhadap penumpang dapat kembali berjalan normal.

Sementara itu, penerbangan yang telah beroperasi sejak pagi adalah maskapai Susi Air. Pesawat tersebut telah berhasil mendarat dan kembali terbang dengan lancar tanpa mengalami pembatalan.

Herman mengatakan, secara reguler operasional penerbangan di Bandara Rendani berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIT.

Namun, Bandara Rendani tetap dapat melayani penerbangan di luar jam operasional reguler apabila terdapat permintaan khusus dari maskapai maupun operator penerbangan.

“Kita tetap siap melayani penerbangan malam apabila ada permintaan khusus, karena fasilitas runway light atau lampu landasan di Bandara Rendani sudah tersedia,” jelasnya.

Dengan membaiknya visibility pada Rabu, lebih lanjut Herman, aktivitas penerbangan di Bandara Rendani mulai kembali bergerak. Namun, kondisi cuaca dan jarak pandang tetap menjadi faktor utama yang menentukan keamanan operasional penerbangan. 

Sebelumnya pada Selasa (6/10/2026) operasional penerbangan mengalami gangguan serius akibat kabut asap. Sehingga seluruh jadwal penerbangan komersial maupun penerbangan perintis dari dan menuju Bandara Rendani terpaksa dibatalkan karena jarak pandang berada di bawah batas keselamatan operasional penerbangan.(jp/alb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta