Kedua Saksi Ungkap Detik-detik Presenter Yanto Idorway Terseret Arus di Air Terjun Memti
Posisi korban berada paling depan, disusul saksi pertama dan saksi kedua.

PEGAF, JAGATPAPUA.com – Kepolisian Resor (Polres) Pegunungan Arfak mengungkap kronologi hilangnya Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang diduga terseret arus saat berada di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Dr. Bernadus Okoka melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Khaerun Amin menjelaskan, kronologi tersebut diperoleh berdasarkan keterangan dua saksi yang saat kejadian berada bersama korban.
Menurut penyidik, korban bersama dua rekannya berangkat dari Kabupaten Manokwari menuju Air Terjun Memti menggunakan dua sepeda motor, yakni Honda Scoopy warna hitam krem bernomor polisi PB 2805 NB dan satu unit Kawasaki KLX 150 tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Saat perjalanan, korban berboncengan dengan saksi kedua menggunakan sepeda motor KLX.
Setibanya di lokasi wisata, ketiganya berjalan menuju kawasan air terjun dan berusaha menyeberangi sungai yang merupakan aliran buangan dari Air Terjun Memti. Posisi korban berada paling depan, disusul saksi pertama dan saksi kedua.
Korban terlebih dahulu berhasil menyeberang ke sisi seberang sungai untuk meletakkan tiga telepon genggam yang dibawanya. Setelah itu, korban kembali ke tengah sungai dan berdiri di atas sebuah batu untuk membantu kedua rekannya menyeberang.
Saat itu, saksi kedua sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak berani menyeberang karena arus sungai cukup deras. Namun korban meyakinkan bahwa ia akan membantu proses penyeberangan.
Ketika kedua saksi mulai menyeberang, saksi kedua tiba-tiba terpeleset dan terseret arus sungai. Melihat kejadian tersebut, korban bersama saksi pertama secara spontan berusaha memberikan pertolongan.
Saksi pertama berhasil menarik jaket atau sweter yang dikenakan saksi kedua hingga akhirnya dapat diselamatkan ke tepi sungai. Namun, saat menoleh ke arah korban, saksi pertama melihat korban sudah terseret arus sejauh sekitar lima meter.
Saksi pertama kemudian berlari memutar melalui jalur hutan menuju bagian hilir sungai dengan harapan dapat menghadang korban. Namun hingga tiba di lokasi yang diperkirakan menjadi lintasan arus, korban sudah tidak terlihat lagi.
Kedua saksi kemudian melakukan pencarian secara mandiri menyusuri aliran sungai hingga sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Karena tidak menemukan korban, mereka memutuskan keluar dari kawasan Air Terjun Memti menuju Kampung Sisrang untuk meminta bantuan kepada warga.
Sekitar pukul 18.15 WIT, kedua saksi tiba di Kampung Sisrang dan melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat setempat. Warga kemudian mengarahkan mereka menuju rumah Kepala Kampung Sisrang untuk beristirahat mengingat kondisi hari mulai gelap.
Kasat Reskrim menjelaskan, medan menuju lokasi Air Terjun Memti cukup berat. Jarak dari Mapolres Pegunungan Arfak ke lokasi sekitar 30 kilometer dengan kondisi jalan berbukit dan terjal.
Perjalanan diawali menuju Kampung Sisrang sejauh sekitar 22 kilometer. Selanjutnya menuju arah air terjun sekitar delapan kilometer. Namun kendaraan hanya dapat melintas hingga kilometer ketujuh karena jalan mengalami longsor dan terputus.
Dari titik tersebut, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer melalui jalur menurun, curam, dan licin, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Selain medan yang sulit, kawasan Air Terjun Memti juga tidak memiliki jaringan telekomunikasi dari operator Telkomsel maupun XL. Kondisi cuaca di kawasan hutan basah tersebut juga dapat berubah dengan cepat sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Dalam operasi pencarian, Kapolres Pegunungan Arfak memimpin apel konsolidasi sebelum tim gabungan diberangkatkan menuju lokasi. Tim terdiri atas personel Polres Pegunungan Arfak, Koramil 1812-01 Anggi, Basarnas, TVRI Papua Barat, serta keluarga korban.
Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim pencarian dan tim logistik. Setelah doa bersama, rombongan bergerak dari Mapolsek Anggi menuju Kampung Sisrang sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kejadian dengan berjalan kaki bersama kedua saksi yang mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.(jp/red).
















