HeadlineOlahragaPemprov PBProvinsi Papua Barat

KONI Pusat Pastikan Tak Intervensi Musorprovlub KONI PB, Ketua Terpilih Diminta Tancap Gas

Sejumlah agenda olahraga menjadi tantangan awal bagi kepengurusan baru, di antaranya persiapan menghadapi PON Pantai 2026 pada November mendatang, serta persiapan menuju PON Beladiri dan PON Indoor 2027.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menegaskan sikap netral dalam pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat tahun 2026 yang digelar untuk memilih Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Musorprovlub KONI Papua Barat di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (17/9/2026).

Soedarmo mengatakan, kehadiran KONI Pusat dalam forum tersebut bukan untuk memengaruhi ataupun mengarahkan pilihan peserta musyawarah kepada kandidat tertentu. KONI Pusat, kata dia, hadir untuk memberikan arahan organisasi sekaligus menjadi narasumber apabila peserta membutuhkan penjelasan terkait aspek teknis maupun tata kelola KONI.

“KONI Pusat selalu bersikap profesional dan proporsional. Kami tidak akan melakukan intervensi atau memberikan dukungan kepada salah satu calon. Siapa pun yang terpilih nanti merupakan keputusan murni anggota KONI Papua Barat,” tegas Soedarmo.

Ia menilai, proses Musorprovlub harus menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga di Papua Barat. Karena itu, seluruh tahapan musyawarah diharapkan berjalan tertib, demokratis dan sesuai ketentuan organisasi.

Di sisi lain, KONI Pusat memberikan apresiasi terhadap perkembangan prestasi olahraga Papua Barat dalam beberapa penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Papua Barat dinilai menunjukkan perkembangan positif dalam persaingan olahraga nasional. Pada PON XXI Aceh-Sumut, kontingen Papua Barat mampu menempati peringkat ke-21 dari 38 provinsi.

Capaian tersebut menjadi bagian dari tren peningkatan prestasi yang terus dibangun Papua Barat dalam beberapa penyelenggaraan PON, sekaligus menjadi modal penting bagi kepengurusan KONI yang akan datang.

Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap pembinaan olahraga, termasuk dukungan anggaran dan pengembangan atlet, juga mendapat apresiasi dari KONI Pusat.

Namun, capaian tersebut sekaligus menghadirkan tanggung jawab baru bagi kepengurusan KONI Papua Barat periode 2026–2030.

Ketua Umum yang terpilih nantinya dituntut tidak hanya melanjutkan program pembinaan yang telah berjalan, tetapi juga segera menyusun langkah strategis menghadapi agenda olahraga nasional yang sudah berada di depan mata.

Sejumlah agenda olahraga menjadi tantangan awal bagi kepengurusan baru, di antaranya persiapan menghadapi PON Pantai 2026 pada November mendatang, serta persiapan menuju PON Beladiri dan PON Indoor 2027.

Selain itu, pembinaan atlet dan cabang olahraga juga perlu diarahkan untuk menghadapi rangkaian kualifikasi menuju PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan agenda yang cukup padat, kesinambungan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, penguatan organisasi cabang olahraga, serta tata kelola administrasi dan keuangan menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian kepengurusan baru.

Musorprovlub KONI Papua Barat pun tidak sekadar menjadi forum untuk menentukan figur Ketua Umum periode 2026–2030, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan arah pembinaan olahraga Papua Barat dalam beberapa tahun ke depan.

KONI Pusat berharap proses musyawarah dapat berlangsung aman, tertib dan sesuai aturan organisasi, sehingga menghasilkan kepengurusan yang mampu menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga Papua Barat di tingkat nasional.(jp/ask).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta