Cegah Keracunan Terulang, Pemkab Manokwari Perketat Pengawasan Dapur Kontingen Pesparawi

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari memperketat pengawasan terhadap dapur kontingen peserta Pesparawi Nasional XIV sebagai langkah antisipasi agar kasus dugaan keracunan makanan yang sempat terjadi tidak kembali terulang.
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling., menegaskan bahwa meski Pemerintah Kabupaten bukan penyelenggara utama ajang Pesparawi Nasional XIV, pihaknya tetap berkewajiban memastikan keamanan pangan bagi seluruh peserta selama berada di Manokwari.
“Kami hadir karena sebelumnya terjadi kasus di beberapa tempat. Kami tidak ingin kejadian ini berlanjut. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk membina dapur-dapur kontingen agar memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan,” ujar Mugiyono, Rabu (24/6/26).
Menurutnya, hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menunjukkan masih terdapat sekitar 38 dapur kontingen yang belum mengantongi Surat Laik Sehat. Karena itu, seluruh pengelola dapur diminta segera melengkapi persyaratan tersebut sebagai bentuk pemenuhan standar sanitasi dan keamanan pangan.
“Kami mengimbau agar segera mengurus Surat Laik Sehat karena prosesnya tidak sulit. Cukup mengikuti prosedur rekomendasi dari Dinas Kesehatan, kemudian PTSP akan menerbitkan surat tersebut,” jelasnya.
Mugiyono mengatakan, hasil evaluasi sementara terhadap kasus dugaan keracunan menunjukkan permasalahan diduga berasal dari penanganan bahan makanan yang kurang tepat.
Gejala yang dialami peserta, seperti mual, muntah hingga pembengkakan pada bibir, diduga dipicu oleh bahan pangan yang tidak lagi dalam kondisi segar atau proses penyimpanan yang tidak memenuhi standar.
“Hasil pengecekan menunjukkan persoalannya berada di dapur. Diduga karena penyimpanan yang kurang dingin atau ikan yang digunakan sudah tidak segar saat dimasak,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut, panitia penyelenggara mengeluarkan kebijakan baru yang melarang penggunaan ikan yang telah disimpan di dalam freezer. Seluruh dapur kontingen diwajibkan menggunakan ikan segar yang dibeli pada hari yang sama sebelum diolah dan disajikan kepada peserta.
Selain itu, Pemkab Manokwari menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap seluruh dapur kontingen.
“Setiap menu kini dipantau langsung oleh tim Persagi. Mulai dari proses pengolahan, uji rasa hingga memastikan kandungan gizi makanan sesuai dengan kebutuhan peserta,” kata Mugiyono.
Ia memastikan seluruh peserta yang sebelumnya mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis dan tidak ada yang harus menjalani perawatan inap di rumah sakit.
“Seluruh peserta sudah ditangani dengan baik dan kondisinya kini berangsur pulih,” pungkasnya.(jp/alb)



















