361 Pejabat Pemkab Manokwari Dilantik, Hermus Indou: Birokrasi Tak Boleh Rapuh
Setiap program dan kebijakan harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari kembali melakukan konsolidasi birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap 361 pejabat di lingkungan pemerintahan daerah.

Ratusan pejabat yang dilantik terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas. Pelantikan dipimpin langsung Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP., M.H., didampingi Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Ruang Terbuka Publik (RTH) Borarsi, Manokwari, Senin (5/10/2026), dan dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Dharma Wanita, serta para tamu undangan.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Manokwari memperkuat kelembagaan sekaligus memastikan ketersediaan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Hermus menegaskan bahwa birokrasi merupakan salah satu pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, kekuatan birokrasi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pembangunan dan kualitas pelayanan publik.
“Rumah besar pemerintahan Kabupaten Manokwari dibangun di atas beberapa pilar pemerintahan, dan pilar utama penyelenggaraan pemerintahan kita hari ini adalah birokrasi. Pilar ini tidak boleh rapuh, lapuk, lemah, atau miring,” tegas Hermus.
Menurutnya, pelantikan pejabat bukan sekadar agenda administratif maupun rotasi jabatan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun organisasi pemerintahan yang semakin efektif, solid, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Hermus meminta para pejabat yang baru dilantik tidak menjadikan jabatan sebagai simbol status, melainkan sebagai amanah dan tanggung jawab untuk menghasilkan kinerja yang terukur.
Ia bahkan meminta seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Manokwari menjadi “tim sukses pembangunan” yang bekerja produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Bupati menegaskan, dirinya tidak mengharapkan imbalan materi dari jajaran birokrasi. Yang dibutuhkan adalah kinerja, loyalitas terhadap tugas, inovasi, serta terobosan konkret yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Yang saya minta bukan imbalan materi, tetapi kinerja nyata. Saya ingin ada terobosan-terobosan konkret sehingga kepemimpinan kita meninggalkan legacy, warisan kebaikan bagi masyarakat Manokwari,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh pejabat bahwa masa kepemimpinan yang sedang berjalan harus dimanfaatkan secara optimal. Setiap program dan kebijakan harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
“Pastikan tiga tahun ini tidak kita lewati dengan sia-sia. Masyarakat Manokwari sedang menanti apa yang akan kita kerjakan. Mari kita ukir prestasi dan berikan pelayanan terbaik untuk Bumi Permai ini,” pungkas Hermus.
Selain pelantikan 361 pejabat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt.) pada sejumlah jabatan di lingkungan Pemkab Manokwari.
Pada kesempatan itu, Bupati Hermus turut menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional XIV atas dukungan, pembinaan, dan pendampingan administrasi kepegawaian selama 10 bulan terakhir, khususnya dalam mendukung tata kelola kepegawaian di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.
Dengan adanya penyegaran dan konsolidasi birokrasi tersebut, Pemkab Manokwari berharap seluruh perangkat daerah mampu bergerak lebih cepat, adaptif, dan responsif dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Pelantikan ini sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas birokrasi dan mendorong seluruh ASN bekerja dengan orientasi hasil, sehingga pembangunan Manokwari dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (jp/alb)







