Operasi SAR Hari Ketiga, Penumpang KM Gunung Dempo yang Terjatuh di Perairan Pulau Roon Belum Ditemukan

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi SAR terhadap insiden seorang penumpang KM Gunung Dempo yang terjatuh di perairan Pulau Roon, Selat Numanura, Teluk Cenderawasih, Kabupaten Teluk Wondama, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian secara maksimal.
Korban diketahui bernama Hery Wonda (26) yang dilaporkan terjatuh dari Deck 7 KM Gunung Dempo pada Selasa (23/6/2026) pukul 16.37 WIT saat kapal berlayar dari Wasior menuju Nabire. Setelah kejadian, kru KM Gunung Dempo sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum berhasil ditemukan. Informasi tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari pada Rabu (24/6/2026) pukul 15.00 WIT.
Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Jumat (26/6/2026), Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing, pengecekan peralatan, dan pembagian tugas pada pukul 07.00 WIT. Selanjutnya, pukul 07.30 WIT tim bergerak menuju area pencarian sesuai rencana operasi.
Sekitar pukul 12.10 WIT, tim beristirahat sekaligus berkoordinasi dengan aparat dan komunitas nelayan di Kampung Menarbu guna memperoleh informasi tambahan yang dapat mendukung proses pencarian.
Pukul 13.00 WIT, operasi pencarian kembali dilanjutkan dengan memperluas area pencarian ke arah utara hingga Pulau Auri pada koordinat 2°12’38.00″S – 134°46’9.00″T.
Meski pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR dan masyarakat setempat, hingga pukul 17.00 WIT korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR hari ketiga kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (27/6/2026) pukul 07.00 WIT.
Operasi pencarian melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Unit Siaga SAR Teluk Wondama, Polairud Polres Teluk Wondama, BPBD Kabupaten Teluk Wondama, KPLP Wasior, PT Pelni Cabang Wasior, serta aparat dan masyarakat Kampung Yopanggar.
Sarana yang digunakan meliputi satu unit Rescue Carrier, satu unit perahu karet, tujuh unit perahu nelayan, satu unit sepeda motor, dua set peralatan komunikasi, serta satu set peralatan pendukung SAR.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi berupa hujan ringan dengan kecepatan angin berkisar 3–16 knot dari arah barat laut, tinggi gelombang sekitar 0,5 meter, dan jarak pandang kurang dari enam kilometer. Meski demikian, kondisi tersebut masih memungkinkan pelaksanaan operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area sesuai hasil evaluasi harian dan perhitungan drift korban.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Kami juga mengharapkan dukungan informasi dari masyarakat maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya. (jp/rls)



















