AdatBiakPapuaSosial Budaya

Lulus Gemilang di Berklee College of Music, Christmas Mechark Koibur Siap Bawa Industri Musik Kreatif Indonesia Mendunia

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Rainer Christmas Mechark Koibur atau yang akrab disapa Odi menjadi bukti bahwa generasi muda Papua mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional.

Pemuda asal Biak, Papua itu baru saja menyelesaikan studinya dengan hasil gemilang di Berklee College of Music, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, salah satu universitas musik terbaik dunia yang menjadi rujukan industri musik dan perfilman internasional.

Momentum wisuda yang berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan bagi Odi. Kehadiran kedua orang tuanya serta sang adik tercinta menjadi hadiah terbesar dalam perjalanan pendidikannya selama enam tahun terakhir.

“Saya sangat bahagia karena kedua orang tua saya hadir, begitu juga adik perempuan saya, Beatrix Jr Cleopatra Koibur yang saat ini kuliah di Simon Fraser University, Vancouver, Kanada, pada jurusan kedokteran. Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata,” ungkap Odi penuh haru.

Christmas Mechark Koibur merupakan anak sulung dari pasangan Pendeta Samparisna O.D.J. Koibur, S.Th., M.M dan dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes. Ia juga merupakan cucu dari DS Mesach Koibur, pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Persipura.

Selama menempuh pendidikan sejak tahun 2020 hingga 2026, Odi mengambil jurusan Electronic Production and Design, sebuah bidang yang berfokus pada produksi musik, pertunjukan, komposisi, dan orkestrasi dengan memanfaatkan teknologi komputer, sintesis suara, hingga multimedia modern.

“Jurusan ini memungkinkan saya mengeksplorasi kemungkinan tanpa batas dalam ekspresi musikal melalui teknologi,” jelasnya.

Menurut Odi, ketertarikannya pada bidang tersebut didorong oleh besarnya peluang karier yang tersedia, mulai dari produser musik, direktur musik, teknisi studio, seniman visual, hingga pengajar.

Lebih dari itu, dunia musik dan desain elektronik menjadi ruang baginya untuk mengekspresikan emosi dan suara hati yang sulit diungkapkan lewat kata-kata.

“Melalui suara dan visual, saya bisa menyampaikan banyak hal. Selain itu, jurusan ini termasuk salah satu yang cukup menantang di Berklee. Saya percaya seseorang tidak akan berkembang jika terus berada di zona nyaman,” ujarnya.

Usai menyelesaikan studinya, Odi berencana melanjutkan karier di New York, Amerika Serikat, dengan bekerja sebagai DJ/VJ dan produser musik di sebuah perusahaan kreatif. Ia juga akan terus mengembangkan karya melalui perilisan musik, album, serta kolaborasi dengan berbagai seniman internasional.

Tak hanya itu, Odi juga aktif bekerja secara lepas di bidang desain suara, pengembangan virtual reality, pengembangan gim, hingga menjadi rapper.

Meski demikian, pemuda kelahiran 25 Desember 2001 itu menegaskan bahwa cita-cita besarnya adalah kembali ke Indonesia dan membangun industri kreatif Tanah Air dengan pengalaman yang telah ia peroleh di Amerika Serikat.

“Saya ingin menggunakan semua pengalaman dan keterampilan yang saya dapatkan untuk membangun sesuatu yang berarti bagi Indonesia,” katanya.

Menurutnya, industri kreatif berbasis musik dan multimedia memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, termasuk dalam promosi budaya, pariwisata, kuliner, hotel, hingga kampanye kreatif dan manajemen media artis.

Ia menilai bidang Electronic Production and Design sebenarnya sudah mulai diperkenalkan di sejumlah perguruan tinggi seni di Indonesia. Namun, pemahaman masyarakat dan dukungan terhadap bidang tersebut masih belum maksimal.

“Bukan berarti masyarakat membenci bidang ini, tetapi masih banyak yang belum benar-benar memahaminya. Karena itu, peluang kerja di Indonesia tentu belum seluas di Amerika Serikat,” tuturnya.

Meski demikian, Odi tetap optimistis Indonesia suatu saat mampu berkembang dan memiliki ekosistem industri kreatif yang maju seperti Amerika Serikat.

“Saya percaya Indonesia juga bisa sampai ke tahap itu, dan saya ingin ikut menjadi bagian dari proses untuk mewujudkannya,” ujar Odi optimistis.(jp/rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta