dr. Alwan Rimosan Pastikan Kasus Alergi Peserta Pesparawi Bukan Keracunan Makanan
Peserta yang terdampak hanya mengalami gejala ringan berupa ruam pada kulit dan rasa gatal pada lidah.
MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat sekaligus Koordinator Seksi Kesehatan Pesparawi Nasional XIV, dr. Alwan Rimosan, menegaskan bahwa kasus alergi makanan yang dialami sejumlah peserta Pesparawi Nasional XIV bukan merupakan kejadian luar biasa (KLB) maupun kasus keracunan makanan yang membahayakan.
Menurut Alwan, tim kesehatan bergerak cepat setelah menerima laporan pada 19 Juni 2026. Penanganan dilakukan bersama tenaga medis dari Puskesmas Wosi dan tim kesehatan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD).
“Begitu menerima laporan, kami bersama dokter dari Puskesmas Wosi dan tim kesehatan LPPD langsung melakukan pemeriksaan serta memberikan penanganan medis. Setelah diberikan obat, gejala yang dialami peserta berangsur mereda dan tidak ditemukan kasus lanjutan,” ujar Alwan.
Ia menjelaskan, peserta yang terdampak hanya mengalami gejala ringan berupa ruam pada kulit dan rasa gatal pada lidah. Tidak ditemukan gejala berat seperti sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, maupun kondisi lain yang memerlukan penanganan intensif.
Berdasarkan hasil investigasi awal, reaksi tersebut diduga dipicu oleh konsumsi ikan tongkol yang memiliki potensi alergen cukup tinggi bagi sebagian orang, terutama mereka yang jarang mengonsumsi jenis ikan laut tertentu.
Selain faktor jenis makanan, Alwan mengatakan waktu konsumsi juga diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi makanan. Sebab, makanan yang telah disiapkan pada sore hari baru dikonsumsi beberapa jam kemudian karena para peserta masih mengikuti latihan dan uji panggung.
Meski demikian, ia menegaskan kejadian tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kasus berat ataupun kejadian luar biasa yang mengancam keselamatan peserta.
“Tidak ada peserta yang dirujuk ke rumah sakit, tidak ada yang dipasang infus, dan tidak ada kondisi berat. Seluruh peserta dapat ditangani melalui pemberian obat serta pemantauan oleh tim kesehatan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Panitia Pesparawi Nasional XIV bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terus memperketat pengawasan terhadap penyedia konsumsi dan pelayanan kesehatan selama pelaksanaan kegiatan.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Pesparawi Nasional XIV dengan aman, sehat, dan nyaman.(jp/alb).



















