DPRP PB Dorong Pendekatan Humanis Terhadap 2 Pelaku Kasus Pencurian Patung Kasuari

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Anggota DPR Provinsi Papua Barat (DPRP) dari Fraksi Partai Golkar, Amin Ngabalin menyoroti kasus pencurian patung burung kasuari yang terjadi di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, beberapa waktu lalu.
Dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025, Rabu (15/4/2026) politisi Golkar tersebut menyebut peristiwa ini sebagai kejadian yang memalukan.
Pasalnya, kedua pelaku diketahui merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang berstatus sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
“Ini sangat memalukan dan menunjukkan bahwa kita gagal. Gagal dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana yang menjadi visi dan misi pemerintah daerah,” ujarnya di hadapan Gubernur dan pimpinan sidang.
Ia menilai, tindakan pencurian tersebut tidak dapat dilepaskan dari faktor ekonomi yang mendesak. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan masih adanya persoalan mendasar terkait kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi OAP.
“Tidak mungkin mereka melakukan itu tanpa alasan. Ada tekanan ekonomi yang mereka hadapi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari,” kata Ngabalin.
Karena itu, ia meminta agar penanganan kasus ini tidak semata-mata dilakukan melalui pendekatan hukum, melainkan dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Saya minta dengan hormat agar penyelesaian kasus ini dilakukan secara humanis, bukan semata pendekatan hukum. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Ia juga berharap, kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.(jp/ask).













