Dinas KehutananHeadlineKab FakfakKab KaimanaKab ManokwariKab Manokwari SelatanKab Pegunungan ArfakKab Teluk BintuniKab Teluk WondamaPemprov PBPendidikan

Soroti Keterbatasan SDM, Jimmy Susanto Sentil Usulan Formasi Penyuluh Kehutanan

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Jimmy W. Susanto, menegaskan pentingnya peran penyuluh kehutanan sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluh Kehutanan Tahun 2026, pada Senin (20/4/2026) di Manokwari yang diikuti para peserta dari sejumlah CDK di Papua Barat.

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai momentum meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.

“Penyuluh kehutanan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah penyuluh kehutanan di Papua Barat masih sangat terbatas. Dari total 27 tenaga penyuluh, terdiri atas 20 orang ASN dan 7 orang PPPK yang tersebar di tujuh kabupaten. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan luas kawasan hutan di Papua Barat yang mencapai sekitar 6,1 juta hektar.

“Ke depan perlu adanya penambahan formasi penyuluh agar pendampingan terhadap kelompok tani hutan (KTH) dapat berjalan optimal,” katanya.

Selain itu, tercatat sebanyak 79 Kelompok Tani Hutan (KTH) dan 27 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) tersebar di tujuh Kabupaten yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Kadishut juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, di antaranya keterbatasan jumlah personel, sarana dan prasarana, minimnya anggaran, serta belum optimalnya pendampingan pasca perizinan.

Melalui kegiatan bimtek ini, ia berharap terjadi peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh, serta adanya dukungan operasional yang memadai agar pelaksanaan tugas pendampingan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami berharap setiap materi yang diberikan dapat diaplikasikan dengan baik di lapangan demi mendukung keberhasilan pembangunan kehutanan di Papua Barat,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berbagi pengetahuan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan penyuluh kehutanan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Papua Barat. (jp/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta