Kab Manokwari SelatanProvinsi Papua BaratReligi

Bupati Bernard Mandacan: Temunas II GPKAI Harus Jadi Wadah Konsolidasi Iman dan Gagasan Membangun

Pemerintah fokus membangun infrastruktur, perekonomian, serta pelayanan publik. Sementara gereja melalui Persekutuan Kaum Bapak, Persekutuan Wanita, Persekutuan Angkatan Muda Karya, hingga Persekutuan Anak dan Remaja, membangun karakter, moral, serta spiritualitas manusia.

RANSIKI, JAGATPAPUA.com – Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, menyambut baik pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) II Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Manokwari Selatan.

Menurut Bernard, kehadiran para utusan GPKAI dari berbagai daerah di Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, konsolidasi iman, sekaligus merumuskan gagasan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan gereja dan kehidupan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Manokwari Selatan, saya menyampaikan selamat datang kepada para utusan dari berbagai penjuru Nusantara yang berkumpul dalam Temu Nasional II GPKAI dengan tema ‘Bangkitlah dan Jadilah Terang’, yang merujuk pada Kitab Yesaya 60:1,” kata Bernard.

Ia berharap Temunas II GPKAI tidak sekadar menjadi forum persekutuan dan musyawarah, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan gagasan serta program pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan umat dan masyarakat.

“Semoga Temu Nasional ini menjadi wadah konsolidasi iman yang melahirkan gagasan-gagasan membangun pelayanan, mempererat tali persaudaraan antarwilayah, serta menghasilkan program pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan umat dan masyarakat,” ujarnya.

Bernard menilai kepercayaan kepada Manokwari Selatan sebagai tuan rumah Temunas II GPKAI merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

“Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan besar bagi daerah kami karena dipercayakan menjadi tuan rumah bagi peristiwa iman yang sangat berharga ini,” katanya.

Gereja dan Pemerintah Saling Melengkapi

Lebih lanjut, Bernard menegaskan bahwa makna tema “Bangkitlah dan Jadilah Terang” perlu diwujudkan melalui kerja bersama antara gereja dan pemerintah.

Menurutnya, kedua pihak memiliki peran masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat.

“Pemerintah fokus membangun infrastruktur, perekonomian, serta pelayanan publik. Sementara gereja melalui Persekutuan Kaum Bapak, Persekutuan Wanita, Persekutuan Angkatan Muda Karya, hingga Persekutuan Anak dan Remaja, membangun karakter, moral, serta spiritualitas manusia,” jelasnya.

Bernard kemudian menguraikan sejumlah peran strategis unsur-unsur pelayanan GPKAI agar nilai-nilai iman tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan bergereja, tetapi juga tercermin dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Pertama, Persekutuan Kaum Bapak (PKB) diharapkan bangkit menjadi teladan kepemimpinan yang bijaksana dalam keluarga dan lingkungan sosial.

Kedua, Persekutuan Wanita (PW) diharapkan terus menjadi tiang doa sekaligus penopang ketahanan keluarga.

Ketiga, Persekutuan Angkatan Muda Karya (PAMKA) didorong tampil sebagai agen perubahan yang kreatif, berintegritas, serta mampu menjauhkan diri dari berbagai pengaruh negatif.

Keempat, Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) perlu mendapatkan pembinaan iman sejak dini agar tumbuh dengan fondasi spiritual yang kuat.

“Bila semuanya berjalan sebagaimana mestinya, maka terang Kristus itu benar-benar nyata memancar, bukan hanya di dalam gedung gereja, tetapi juga di tengah masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bernard mengajak seluruh peserta Temunas II GPKAI mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

“Selamat bersekutu, selamat bermusyawarah. Semoga Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, memberkati seluruh rangkaian kegiatan ini hingga hari puncak perayaan HUT ke-74 GPKAI nanti,” pungkasnya. (jp/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta